Kantor Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Cianjur, Jawa Barat. ANTARA/Ahmad Fikri.
Pemkab Cianjur Hentikan Penerimaan Guru Honorer Baru
Whisnu Mardiansyah • 11 May 2026 21:17
Cianjur: Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, memastikan tidak ada penambahan tenaga guru honorer baru. Langkah ini merupakan bentuk penyesuaian terhadap kebijakan penataan Aparatur Sipil Negara (ASN) dari pemerintah pusat.
Kepala Disdikpora Cianjur, Ruhli Solehudin, mengatakan pihaknya masih menunggu regulasi lanjutan terkait penataan tenaga honorer di daerah. Hingga saat ini, belum ada surat resmi terbaru mengenai mekanisme penghapusan tenaga honorer.
Meskipun pemerintah daerah sejak awal tahun 2025 sudah menghentikan penerimaan honorer baru di lingkungan sekolah negeri, kebutuhan tenaga pengajar di sekolah masih cukup tinggi. Karena itu, pihaknya masih memberdayakan sekitar 1.500 guru honorer.
“Banyaknya guru yang memasuki masa pensiun membuat sekolah tetap membutuhkan keberadaan guru honorer untuk menjaga proses belajar mengajar tetap berjalan seperti biasa, terutama di sekolah negeri di Cianjur,” kata Ruhli di Cianjur, seperti dilansir Antara, Senin, 11 Mei 2026.
Selama ini, pihaknya masih memberdayakan guru honorer yang mendapat honor mengajar dari dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS). Para guru honorer tersebut tersebar di sekolah dasar dan sekolah menengah pertama, meskipun status mereka hingga saat ini belum jelas.
Sebagian besar dari mereka belum diangkat menjadi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) penuh waktu maupun paruh waktu. Padahal, sebagian besar telah lama mengabdi di berbagai sekolah negeri di Cianjur.
Pemerintah daerah akan terus berupaya memperjuangkan nasib guru honorer agar memiliki kesempatan diangkat minimal menjadi PPPK paruh waktu. Pengangkatan tersebut akan dilakukan secara bertahap sesuai aturan yang berlaku.
.jpg)
Ilustrasi Medcom.id
“Selama ini ribuan guru honorer tersebar di setiap kecamatan yang ada di Cianjur. Karena sekolah masih membutuhkan mereka akibat kekurangan guru di sejumlah wilayah, kami akan berupaya agar mereka mendapat kepastian,” katanya.
Karena belum ada kepastian, Ruhli meminta para guru honorer di Cianjur tetap menjalankan tugas seperti biasa sambil menunggu kebijakan lanjutan dari pemerintah pusat. Pemerintah daerah, lanjutnya, akan terus mencari solusi terbaik agar mereka tetap diberdayakan.