Faktor Alam Diduga Picu Kebakaran di Kawah Wadon Gunung Gede Pangrango

Petugas BBTNGGP dibantu para relawan dan masyarakat mitra polhut (MMP) berupaya memadamkan api akibat terbakarnya vegetasi di kawasan Kawah Wadon Gunung Gede. (IST/DOK BBTNGGP)

Faktor Alam Diduga Picu Kebakaran di Kawah Wadon Gunung Gede Pangrango

Benny Bastiandi • 8 August 2026 20:55

Bogor: Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terjadi di kawasan Gunung Gede Pangrango. Pada Jumat, 7 Agustus 2026, kebakaran di gunung yang berlokasi di Bogor, Cianjur, dan Sukabumi itu menghanguskan vegetasi di sekitar Kawah Wadon.

Berdasarkan informasi Balai Besar Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (BBTNGGP), kebakaran pertama kali terpantau melalui kamera pengawas (CCTV) di Pos Pengamatan Gunung Api Ciloto sekitar pukul 03.00 WIB. Hingga Jumat, 7 Agustus 2026, pukul 07.00 WIB, kepulan asap tebal masih terlihat berasal dari area sekitar Kawah Wadon.

Hasil pemantauan petugas BBTNGGP bersama relawan yang masih bersiaga di Alun-Alun Suryakencana, kebakaran diketahui membakar vegetasi berupa semak belukar dan rerumputan di sekitar kawah.

"Kawah Wadon merupakan zona inti Taman Nasional Gunung Gede Pangrango yang tidak diperuntukkan bagi aktivitas wisata maupun pendakian. Jadi, sangat minim aktivitas manusia. Sehingga, bisa kami simpulkan penyebab sementara kebakaran akibat faktor alam," ujar Kepala BBTNGGP, Sadtata Noor Adirahmanta, melalui siaran pers pada Sabtu, 8 Agustus 2026.

Perkiraan itu juga diperkuat oleh rekaman CCTV milik PGA Ciloto yang menunjukkan tidak adanya keberadaan manusia di lokasi sebelum kejadian. Dia menyebut, kondisi musim kemarau saat ini menyebabkan vegetasi mengering serta memicu suhu tinggi di sekitar kawasan kawah.

"Hasil identifikasi sementara menunjukkan, vegetasi yang terbakar didominasi semak belukar dan rerumputan. Tidak terdapat tanaman *edelweiss* pada area yang terdampak kebakaran," jelasnya.


Petugas lakukan pemadaman kebakaran lahan di TNGGP. Foto: Istimewa.

Menindaklanjuti kondisi tersebut, BBTNGGP segera mengoordinasikan upaya penanganan dengan melibatkan Masyarakat Mitra Polhut (MMP) dan para relawan. Sebagian bergerak ke lokasi melalui jalur Puncak Sela, dan sebagian lagi melalui jalur Cibodas.

"Ada sebanyak 28 orang relawan yang sedang berada di jalur Gunung Putri langsung bergerak menuju lokasi melalui jalur Puncak Sela. Sementara itu, sebanyak 52 personel dari jalur Cibodas turut dikerahkan untuk memperkuat upaya pemadaman dan pengendalian api di sekitar Kawah Wadon," kata dia.

BBTNGGP terus melakukan koordinasi bersama para relawan, MMP, serta instansi terkait untuk memastikan proses pemadaman berjalan optimal, sekaligus melakukan pemantauan perkembangan kondisi di lapangan.

"Masyarakat diimbau untuk tidak mempercayai informasi yang belum terverifikasi dan memperoleh informasi resmi melalui kanal komunikasi Balai Besar Taman Nasional Gunung Gede Pangrango," pungkasnya.

(Lukman Diah Sari)