Presiden Prabowo Subianto menerima pemaparan hasil riset strategis Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) yang ditampilkan melalui 15 stan di Istana Kepresidenan, Jakarta. Dok. Tangkapan Layar
Prabowo Terima Pemaparan 15 Stan Riset Unggulan BRIN Karya Anak Bangsa
Achmad Zulfikar Fazli • 6 August 2026 16:05
Jakarta: Presiden Prabowo Subianto menerima pemaparan hasil riset strategis Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) yang ditampilkan melalui 15 stan di Istana Kepresidenan, Jakarta. Pemaparan hasil riset ini sebagai bagian dari dukungan terhadap program prioritas nasional.
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengatakan Presiden menerima Kepala BRIN Arif Satria beserta tim untuk menyaksikan pemaparan hasil riset dan teknologi unggulan karya anak bangsa.
"Pada audiensi tersebut BRIN menampilkan berbagai hasil riset strategis dan teknologi unggulan karya anak bangsa yang diarahkan untuk mendukung program prioritas nasional," kata Prasetyo dilansir dari Antara, Kamis, 6 Agustus 2026.
Menurut Prasetyo, BRIN menghadirkan 15 stan yang menampilkan hasil riset dan inovasi dari sejumlah klaster teknologi unggulan sebagai turunan dari delapan Agenda Riset Nasional.
Riset yang dipamerkan mencakup berbagai bidang strategis, antara lain pangan, energi, kesehatan, transportasi, pertahanan, lingkungan, ketahanan air, serta inovasi yang mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Dia menegaskan hasil riset tersebut menunjukkan kapasitas Indonesia menghasilkan teknologi untuk menjawab berbagai kebutuhan strategis nasional secara mandiri.

Presiden Prabowo Subianto menerima pemaparan hasil riset strategis Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) yang ditampilkan melalui 15 stan di Istana Kepresidenan, Jakarta. Dok. Tangkapan Layar
Prasetyo mengatakan pemerintah menempatkan hilirisasi hasil riset sebagai prioritas agar inovasi tidak berhenti pada tahap penelitian, tetapi dapat dimanfaatkan masyarakat dan memberikan nilai tambah bagi perekonomian.
Menurut dia, pemerintah terus mendorong kolaborasi antara BRIN, perguruan tinggi, industri, badan usaha milik negara, dan pemerintah daerah untuk mempercepat pemanfaatan hasil riset menuju Indonesia Emas 2045.