Ilustrasi prakiraan cuaca. Foto: BMKG.
BMKG Prakirakan Mayoritas Kota Alami Hujan Ringan hingga Sangat Lebat
Anggi Tondi Martaon • 4 March 2026 08:25
Jakarta: Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini cuaca hari ini, Rabu, 4 Maret 2026. Sejumlah wilayah berpotensi dilanda hujan ringan, sedang, hingga lebat yang dapat disertai kilat dan angin kencang.
Dikutip dari Antara, prakirawan Yuyun W menerangkan, potensi hujan disebabkan karena daerah konvergensi memanjang di perairan selatan Banten hingga Jawa Tengah serta perairan barat daya Lampung hingga selatan Jawa. Kondisi tersebut mampu meningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan di sepanjang daerah yang dilewati konvergensi atau konfluensi.
Oleh karena itu, pihaknya memprakirakan beberapa kota besar akan berpotensi mengalami hujan sedang hingga sangat lebat disertai petir dan angin kencang. Diantaranya Jambi, Padang, Pangkal Pinang, Bandar Lampung, Serang, Surabaya, Yogyakarta, Palangkaraya, Banjarmasin, dan Merauke.
Adapun beberapa kota besar yang lain diprakirakan hanya akan mengalami kondisi berawan pada hari ini, diantaranya wilayah Banda Aceh, Pekanbaru, Pontianak, Palu dan Sorong.
Sebelumnya BMKG mengidentifikasi kemunculan tiga bibit siklon tropis di sekitar wilayah Indonesia. Hal itu berpotensi memicu cuaca ekstrem berupa peningkatan curah hujan, angin kencang, dan gelombang tinggi di sejumlah provinsi dalam beberapa hari ke depan.

Ilustrasi cuaca. Foto: Medcom.id.
Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani di Jakarta menjelaskan ada tiga sistem siklon yang aktif berdasarkan pemantauan pada Selasa, 3 Maret 2026, pukul 07.00 WIB. Yakni Bibit Siklon Tropis 90S di Samudra Hindia selatan Banten-Jawa Barat, Bibit Siklon Tropis 93S di barat laut daratan Australia, serta Bibit Siklon Tropis 92P di Teluk Carpentaria sebelah selatan Papua Selatan.
“Kami memantau pergerakan ketiga bibit siklon ini secara intensif selama 24 jam penuh. Kami mengimbau masyarakat untuk tetap tenang, namun meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi dampak tidak langsungnya, seperti genangan atau angin kencang. Pastikan hanya merujuk pada kanal resmi BMKG untuk menghindari informasi yang tidak benar,” kata Faisal.