Kuota Gas LPG 3 Kg di DIY Ditambah 100 Persen Selama Ramadan

Tumpukan tabung gas LPG bersubsidi 3 kg di agen PT Therus Karya Sejahtera, Suryodiningratan, Kota Yogyakarta. Dokumentasi/ Pemkot Yogyakarta

Kuota Gas LPG 3 Kg di DIY Ditambah 100 Persen Selama Ramadan

Ahmad Mustaqim • 2 March 2026 14:38

Yogyakarta: Otoritas PT Pertamina disebut akan memberikan kuota fakultatif (tambahan) gas LPG 3 kilogram untuk Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

Sekretaris Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas (Hiswana Migas) DIY, Lustio Ario Wibisono, menyatakan sudah berkoordinasi dengan pemerintah di kabupaten/kota untuk memberikan surat penambahan kuota fakultatif ke Pertamina. 

"Alokasi gas LPG 3 kilogram di hari biasa di Kota Yogyakarta sekitar 22.000 tabung/hari. Untuk kuota fakultatif ini bisa di angka 100%," kata Lustio dalam keterangan pers dikutip, Senin, 2 Maret 2026. 

Lustio mengatakan pihak Pertamina memiliki Satgas khusus untuk ramadan dan idulfitri. Menurut dia penambahan pasokan bisa dilakukan pada titik yang berpotensi kekurangan. 

"Pertamina juga ada Satgas Rafi (ramadan dan idulfitri), pasti nanti akan ada tambahan gelontoran untuk fakultatif di seratus persen. Jadi nanti di hari-H idulfitri nanti akan ada tambahan sebanyak itu. Mungkin bisa disebar di H+1 atau di H-1," jelas Lustio.

Ilustrasi elpiji 3 Kg. Dokumentasi/Pertamina



Kepala Biro Perekonomian dan Sumber Daya Alam Setda Pemda DIY, Eling Priswanto mengatakan stok LPG 3 kilogram tersedia dan masih aman. Ia mengatakan dari sisi harga gas LPG 3 kg ke konsumen sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET) di pangkalan yaitu Rp18 kilogram. 

"Kami pastikan semua itu bisa terdistribusi dengan baik ke masyarakat dengan tepat sasaran dan dalam jumlah yang cukup," ungkap Eling. 

Ia mengatakan Tim Pemantau Inflasi Daerah (TPID) telah melakukan pemantauan ketersediaan dan harga bahan pangan di lima kabupaten dan kota. Dia mengungkapkan pantauan di wilayah Kota Yogyakarta dilakukan di pasar modern karena dari pantauan TPID DIY di kabupaten lain di pasar-pasar tradisional harga-harga disebut masih dalam jangkauan masyarakat. 

"Artinya lonjakan harga itu wajar, tiap tahun seperti itu, cuma range-nya masih dalam kisaran yang kita harapkan. Secara stok pantauan kami juga aman seperti bawang merah, beras, gula dan produk lainya aman terkendali. Kita imbau masyarakat tidak perlu panic buying, aksi borong," kata Eling.

Pihak mengajak masyarakat untuk melaporkan ke TPID apabila menemukan aksi penimbunan maupun hal-hal di luar kewajaran terhadap kebutuhan pokok. Pemda DIY, tambahnya, menggandeng Satgas Pangan dengan Bank Indonesia juga dan dinas terkait, di provinsi dan kabupaten/kota supaya segera dilakukan penanganan lebih lanjut.

 

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Deny Irwanto)