Kota Batu Diterjang Cuaca Ekstrem, Belasan Rumah Rusak

Dampak cuaca ekstrem di Kota Batu yang menyebabkan kerusakan rumah warga, fasilitas umum, hingga ambruknya hanggar milik Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan/istimewa.

Kota Batu Diterjang Cuaca Ekstrem, Belasan Rumah Rusak

Daviq Umar Al Faruq • 6 March 2026 10:05

Batu: Hujan deras disertai angin kencang menerjang sejumlah wilayah di Kota Batu, Jawa Timur, Rabu malam, 4 Maret 2026. Cuaca ekstrem tersebut menyebabkan kerusakan rumah, fasilitas umum, hingga ambruknya hanggar milik Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan.

Kepala Pelaksana BPBD Kota Batu, Suwoko, mengatakan cuaca ekstrem yang melanda wilayahnya sesuai dengan peringatan dini yang sebelumnya dikeluarkan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). Hujan berintensitas tinggi disertai angin kencang memicu pohon tumbang dan merusak sejumlah bangunan warga.

“Berdasarkan peringatan dini potensi cuaca ekstrem periode 01–10 Maret 2026 dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika, pada Rabu, 4 Maret 2026 pukul 18.30 WIB terjadi cuaca ekstrem di wilayah Kota Batu berupa hujan deras disertai angin kencang yang mulai berlangsung sekitar pukul 18.00 WIB," kata Suwoko, Jumat, 6 Maret 2026.
 


Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 18.00 WIB dan dilaporkan masyarakat setelah dampak kerusakan mulai terlihat di berbagai lokasi. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Batu kemudian melakukan asesmen dan penanganan di titik-titik terdampak.

Dampak kerusakan dilaporkan tersebar di sejumlah wilayah, antara lain Kelurahan Temas, Desa Pandanrejo, Desa Tlekung, Desa Torongrejo, Kelurahan Sisir, hingga Desa Giripurno. Angin kencang merusak atap rumah, merobohkan bangunan tambahan, hingga membuat sebagian material bangunan beterbangan.

Di Kelurahan Temas, kerusakan terjadi pada beberapa bagian rumah warga, mulai dari dapur hingga atap jemuran di lantai dua. Bahkan, pendopo milik warga dilaporkan mengalami retakan tembok dan kerusakan atap akibat terjangan angin.


Dampak cuaca ekstrem di Kota Batu yang menyebabkan kerusakan rumah warga, fasilitas umum, hingga ambruknya hanggar milik Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan/istimewa.


Kerusakan juga terjadi di Desa Pandanrejo, di mana sejumlah rumah rusak pada bagian atap dengan luasan yang cukup besar. Selain itu, sebuah tempat usaha mebel turut terdampak setelah bagian atap bangunannya rusak diterpa angin.

Di Desa Tlekung, angin kencang menyebabkan atap teras rumah warga ambruk dan merusak bagian bangunan lainnya. Sebuah bangunan green house seluas sekitar 120 meter persegi juga dilaporkan mengalami kerusakan pada rangka dan penutup atap akibat terjangan angin.

Sementara itu di Kelurahan Sisir, pohon beringin tumbang di area parkir Batu Plaza dan menimpa bangunan toko usaha percetakan. Kejadian tersebut mengakibatkan kerusakan berat pada bangunan yang tertimpa.

Kerusakan cukup signifikan terjadi di Desa Pesanggrahan setelah hanggar milik Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Batu ambruk. Material bangunan yang roboh bahkan menimpa satu unit mobil tangga milik pemadam kebakaran hingga rusak.


Dampak cuaca ekstrem di Kota Batu yang menyebabkan kerusakan rumah warga, fasilitas umum, hingga ambruknya hanggar milik Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan/istimewa.


Selain kerusakan bangunan, hujan deras juga memicu kejadian tanah longsor di kawasan Panti Sosial Petirahan Anak Bhima Sakti, Kelurahan Songgokerto. Plengsengan teknis sepanjang lima meter dengan tinggi dua meter dilaporkan longsor akibat tingginya intensitas hujan dan saluran air yang tidak berfungsi optimal.

Meski menimbulkan kerusakan di sejumlah titik, BPBD memastikan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Namun tercatat 16 kepala keluarga (KK) terdampak akibat kerusakan rumah dan bangunan.

Petugas BPBD bersama TNI, Polri, perangkat desa, relawan, hingga warga setempat langsung melakukan penanganan di lokasi terdampak. Penanganan darurat dilakukan melalui kaji cepat, distribusi terpal, serta kerja bakti membersihkan material bangunan yang rusak.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Silvana Febiari)