Pusat gempa di Padang, Sumatra Barat. (tangkapan layar/BMKG)
Gempa M4,7 di Padang, Dipicu Aktivitas Sesar Mentawai
Yose Hendra • 21 June 2026 12:48
Padang: Gempa bumi tektonik berkekuatan magnitudo (M)4,7 mengguncang wilayah Padang dan sekitarnya, pada Minggu pagi, 21 Juni 2026. Meski getarannya dirasakan hingga sejumlah daerah di Sumatra Barat, BMKG memastikan gempa tersebut tidak berpotensi tsunami.
Berdasarkan analisis BMKG, gempa terjadi pukul 09.33 WIB dengan episenter berada di laut, sekitar 71 kilometer barat daya Kota Padang, pada koordinat 1,25 Lintang Selatan dan 99,80 Bujur Timur. Gempa terjadi pada kedalaman 24 kilometer.
"Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenter, gempa yang terjadi merupakan gempa tektonik dangkal akibat aktivitas Sesar Mentawai," ujar Suaidi dalam keterangan resminya, Minggu, 21 Juni 2026.
Menurut BMKG, guncangan gempa dirasakan di Kota Padang, Pariaman, dan Kepulauan Mentawai dengan intensitas II hingga III MMI. Pada skala ini, getaran dirasakan nyata di dalam rumah, benda-benda ringan yang digantung tampak bergoyang, dan sebagian warga merasakan sensasi seperti ada truk besar yang melintas.

Peta guncangan gempa di Padang, Sumatra Barat. (tangkapan layar/BMKG)
Sementara itu, getaran juga dirasakan lebih lemah di Padang Panjang, Bukittinggi, Solok, Mukomuko, dan Pasaman Barat dengan intensitas I hingga II MMI.
Hingga beberapa menit setelah kejadian, BMKG mencatat satu kali gempa susulan (aftershock). Namun, belum terdapat laporan mengenai kerusakan bangunan maupun korban akibat gempa tersebut.
"Masyarakat diharapkan tetap tenang dan hanya mengakses informasi resmi yang bersumber dari BMKG. Hingga saat ini gempa yang terjadi tidak berpotensi tsunami dan belum ada laporan dampak kerusakan," pesan dia.
BMKG juga mengingatkan masyarakat untuk selalu mengikuti perkembangan informasi melalui kanal resmi yang telah terverifikasi, baik melalui situs BMKG, aplikasi InfoBMKG, maupun media sosial resmi BMKG.