Deretan bendera Iran. (Anadolu Agency)
AS dan Qatar Kaji Pelepasan Aset Beku Iran Senilai Rp106 Triliun Lebih
Willy Haryono • 20 June 2026 19:43
Washington: Amerika Serikat dan Qatar dilaporkan sedang mengkaji kemungkinan memberikan akses kepada Iran terhadap aset beku senilai US$6 miliar atau sekitar Rp106,9 triliun untuk keperluan kemanusiaan.
Laporan tersebut disampaikan The Wall Street Journal pada Sabtu, 20 Juni 2026, dengan mengutip sumber yang mengetahui pembahasan tersebut.
Menurut laporan itu, yang juga dikutip oleh Antara, inisiatif tersebut sedang dipertimbangkan sebagai insentif bagi Iran agar bersedia menandatangani perjanjian komprehensif terkait penyelesaian akhir konflik dengan Amerika Serikat.
Berdasarkan skema yang dibahas, dana milik Iran yang saat ini dibekukan di Qatar akan digunakan untuk membiayai pembelian kebutuhan kemanusiaan seperti pangan, obat-obatan, dan komoditas penting lainnya.
Mekanisme tersebut disebut dapat menjadi dasar bagi kemungkinan konsesi lebih lanjut yang berkaitan dengan aset-aset Iran lainnya yang masih dibekukan di berbagai negara.
Meski demikian, laporan tersebut menyebutkan bahwa Iran hingga kini belum menyetujui usulan yang diajukan.
Perkembangan ini muncul setelah Iran dan Amerika Serikat mengumumkan penyelesaian nota kesepahaman perdamaian pada pertengahan Juni.
Kamis lalu, pemimpin kedua negara dilaporkan menandatangani dokumen tersebut secara elektronik dan terpisah sebagai bagian dari upaya mengakhiri konflik yang berlangsung antara kedua pihak.
Memorandum tersebut memberikan masa negosiasi selama 60 hari bagi Washington dan Teheran untuk mencapai kesepakatan final terkait program nuklir Iran dan sanksi ekonomi yang selama ini diberlakukan Amerika Serikat.
Selain itu, kesepakatan sementara tersebut juga mencakup pengaturan waktu bagi Amerika Serikat untuk mengakhiri blokade laut terhadap Iran serta bagi Teheran untuk memulihkan aktivitas pelayaran di Selat Hormuz.
Apabila terealisasi, akses terhadap dana beku tersebut berpotensi menjadi salah satu keuntungan ekonomi terbesar yang diperoleh Iran dalam proses perundingan dengan Amerika Serikat, sekaligus menjadi langkah awal menuju normalisasi hubungan ekonomi yang lebih luas.
Namun, implementasi rencana tersebut masih bergantung pada hasil negosiasi lanjutan dan kesepakatan akhir yang dapat diterima kedua belah pihak.
Baca juga: 4 Keuntungan Besar Iran dalam Kesepakatan Damai dengan AS