Menko Polkam dan Kepala BNPB Optimalkan Penanganan Karhutla di Kalimantan Tengah

Menko Polkam, Djamari Chaniago, saat meninjau penanganan karhutla di Pulang Pisau, Kalteng. Foto: Dok. BNPB.

Menko Polkam dan Kepala BNPB Optimalkan Penanganan Karhutla di Kalimantan Tengah

Anggi Tondi Martaon • 1 August 2026 11:15

Jakarta: Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam) Jenderal TNI (Purn) Djamari Chaniago menegaskan pentingnya percepatan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Tengah (Kalteng), khususnya di Kabupaten Pulang Pisau. Penegasan tersebut disampaikan Djamari saat meninjau Posko Lapangan Siaga Darurat Karhutla Kabupaten Pulang Pisau, Jumat, 31 Juli 2026. 

Dalam arahannya, Djamari meminta seluruh unsur yang terlibat mengoptimalkan upaya penanganan darurat dengan memadamkan api sedini mungkin sebelum meluas. Menurut dia, semakin luas area yang terbakar, semakin kompleks proses pemadaman meskipun telah didukung berbagai sumber daya.

“Pantau terus, jangan sampai ada titik api lagi. Kita lebih baik menyelesaikannya saat titik api masih kecil. Saya yakin bahwa kita semua bisa menyelesaikan ini,” tegas Djamari melalui keterangan tertulis, Sabtu, 1 Agustus 2026.

Sementara itu, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Dr. Suharyanto menyampaikan bahwa penanganan karhutla di Kalteng menjadi perhatian serius pemerintah pusat. Sebagai bentuk dukungan, pemerintah telah mengerahkan berbagai sumber daya untuk memperkuat penanganan di lapangan, mulai dari pelaksanaan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC), penambahan armada udara, hingga pemenuhan kebutuhan logistik dan peralatan.

Di sisi lain, Suharyanto meminta pemerintah daerah melalui BPBD bersama unsur yang tergabung dalam Satgas Penanganan Karhutla untuk melakukan pendataan kebutuhan di lapangan secara lebih rinci dan terukur. Menurutnya, identifikasi kebutuhan yang akurat akan mendukung pengerahan sumber daya secara tepat sasaran sehingga upaya penanganan karhutla dapat berjalan lebih efektif. 

Suharyanto juga menginstruksikan agar operasi Satgas Darat terus diperkuat melalui optimalisasi personel, pengerahan mobil tangki untuk mendukung pemadaman di darat, serta pemenuhan berbagai peralatan pendukung, seperti pompa air, selang, hingga tangki air portabel yang dapat dilipat.

“Tentu saja yang paling tahu adalah yang di wilayah. Pak Kapolda, Pak Pangdam, dan jajaran yang tahu ini. Sebetulnya di lapangan tuh butuhnya apa, yang harus lebih spesifik tergantung dengan kondisi kebakarannya ya. Saya juga meminta Satgas Darat benar-benar siap. Ketika api masih kecil, segera padamkan. Kami dari pemerintah pusat sekali lagi atas petunjuk Bapak Menko menyiapkan semuanya, termasuk juga dukungan bagi personel,” kata Suharyanto.

Kepala BNPB Suharyanto (kiri) dan Menko Polkam Djamari Chaniago meninjau penanganan karhutla di Pulang Pisau, Kalteng. Foto: Dok. BNPB.

Berdasarkan data terbaru, luas lahan yang terdampak kebakaran di Kalteng tercatat mencapai 3.069,52 hektare. Saat ini, upaya penanganan difokuskan di Desa Taruna dan Desa Tumbang Nusa, Kecamatan Jabiren Raya, Kabupaten Pulang Pisau, yang menjadi wilayah prioritas dalam operasi pemadaman.

Operasi penanganan melibatkan tim gabungan yang terdiri atas BNPB, BPBD, TNI, Polri, Manggala Agni, serta berbagai unsur terkait. 

Seluruh personel terus melakukan upaya pemadaman dan pencegahan agar api tidak meluas hingga mengancam permukiman maupun akses jalan. Meski demikian, proses penanganan di lapangan masih menghadapi tantangan, terutama akibat perubahan arah angin yang dapat memicu pergeseran dan penyebaran titik api.

(Anggi Tondi)