Menteri LH Dorong Teknologi Pemilahan Sampah untuk Percepatan Ekonomi Sirkular

Menteri Lingkungan Hidup Indonesia Jumhur Hidayat melakukan kunjungan kerja ke fasilitas Material Recovery Facility (MRF) milik Biffa Waste Management di Inggris, Rabu, 25 Juni 2026.

Menteri LH Dorong Teknologi Pemilahan Sampah untuk Percepatan Ekonomi Sirkular

Whisnu Mardiansyah • 26 June 2026 18:01

Jakarta: Menteri Lingkungan Hidup Indonesia Jumhur Hidayat melakukan kunjungan ke fasilitas Material Recovery Facility (MRF) milik Biffa Waste Management di Inggris, Rabu, 25 Juni 2026. Kunjungan untuk mengidentifikasi dalam reaktivasi dan optimalisasi MRF.

Kata Jumhur, teknologi ini dapat menjadi inspirasi bagi pemerintah daerah di Indonesia dalam upaya percepatan penutupan Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) open dumping.


"Kesan saya melihat Biffa MRF ini adalah salah satu best practice reaktivasi dan optimalisasi MRF yang bisa menjadi inspirasi pemerintah daerah," ujar Menteri Jumhur Hidayat dalam keterangan tertulisnya, Jumat, 26 Juni 2026.

Saat ini Kementerian Lingkungan Hidup sedang melakukan pembenahan di MRF untuk menuju penutupan. Ini bisa menjadi contoh bagaimana MRF yang optimal dapat benar-benar memberikan nilai tambah ekonomi yang cukup besar, selain tentu saja untuk menurunkan timbulan sampah.

Menteri Jumhur mengamati teknologi pemilahan dan pemisahan jenis-jenis sampah anorganik yang dilakukan Biffa secara cepat, efisien, dan menghasilkan bahan baku berkualitas tinggi. Prinsip ini sangat relevan untuk diterapkan di Indonesia dengan syarat diawali oleh pemilahan sampah yang baik dari hulunya.

"Teknologi pemilahan dan pemisahan jenis-jenis sampah anorganik di sini dilakukan secara cepat dan efisien, dengan output berupa bahan baku yang berkualitas," jelas Menteri Jumhur.

"Prinsip ini tentunya dapat diterapkan di Indonesia, asal diawali dengan pemilahan yang baik. Kemudian peran aktif off-taker atau industri daur ulang, serta tanggung jawab produsen yang diperluas (Extended Producer Responsibility - EPR). Semua pihak harus memainkan perannya secara optimal," imbuhnya.

Indonesia menunjukkan kesiapan yang tinggi dalam menerapkan skema EPR. Regulasi terkait saat ini sedang dalam tahap penyusunan dan diharapkan segera rampung.

"Indonesia sangat siap menerapkan EPR. Saat ini aturan sedang disusun, kita harapkan bisa selesai dalam waktu dekat," kata Jumhur Hidayat.

Kunjungan ini juga menegaskan komitmen Indonesia untuk bertransformasi dari ekonomi linier menuju ekonomi sirkular. Dengan penutupan TPA open dumping, pemilahan sampah di hulu diharapkan berjalan optimal, mengubah sampah terpilah menjadi komoditas bernilai ekonomi.

"Dengan adanya penutupan open dumping, kita harapkan pemilahan sampah di hulu terjadi. Apabila pemilahan berjalan baik, tentu sampah yang terpilah ini akan menjadi komoditi," tambah Menteri Jumhur.

"Potensi kompos dari sampah organik dan potensi bahan baku industri dari sampah anorganik. Otomatis ekonomi sirkular akan tercipta," tutupnya.

Indonesia terbuka dengan peluang kerja sama, termasuk dengan Biffa Waste Management, untuk mempercepat implementasi praktik pengelolaan sampah terbaik serta pengembangan ekonomi sirkular di Tanah Air.

(Whisnu M)