Kasus DBD di Sri Lanka Tembus 500 Ribu, 29 Orang Meninggal Dunia

Sri Lanka menghadapi epidemi demam berdarah setelah kasus melampaui 50.000 dengan 29 kematian. (Anadolu Agency)

Kasus DBD di Sri Lanka Tembus 500 Ribu, 29 Orang Meninggal Dunia

Willy Haryono • 27 June 2026 14:40

Kolombo: Sri Lanka menghadapi epidemi demam berdarah dengue (DBD) setelah jumlah kasus terkonfirmasi sepanjang 2026 melampaui 50.000, dengan sedikitnya 29 kematian dilaporkan hingga saat ini.

Mengutip Daily Mirror, Sabtu, 27 Juni 2026, Pelaksana Tugas Direktur National Dengue Control Unit, Kapila Kannangara, mengatakan negara tersebut saat ini mencatat sekitar 600 hingga 700 kasus baru setiap hari.

Menurut Kannangara, lonjakan kasus dipicu oleh kondisi cuaca yang mendukung perkembangbiakan nyamuk, banyaknya lokasi perindukan, serta masih rendahnya partisipasi masyarakat dalam upaya pencegahan.

Sebagai respons, otoritas kesehatan menggelar kampanye khusus pengendalian demam berdarah di 600 wilayah berisiko tinggi yang diidentifikasi sebagai titik rawan selama musim hujan barat daya.

Program tersebut difokuskan pada pemberantasan tempat berkembang biaknya nyamuk melalui kegiatan kerja bakti masyarakat serta kampanye edukasi yang melibatkan sekolah, pemerintah daerah, dan berbagai lembaga pemerintah.

Dalam pelaksanaan kampanye nasional tersebut, petugas menemukan ribuan lokasi yang berpotensi menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk penyebab demam berdarah.

Kannangara mengatakan pemerintah berharap langkah-langkah pencegahan yang diperkuat dapat menekan jumlah kasus dalam beberapa pekan mendatang.

Meski demikian, ia mengimbau masyarakat untuk terus menghilangkan genangan air di sekitar rumah serta bekerja sama dengan petugas kesehatan dalam upaya pengendalian penyakit.

Sri Lanka telah beberapa kali mengalami wabah DBD besar dalam beberapa tahun terakhir. Wabah terparah terjadi pada 2017, ketika negara itu mencatat lebih dari 186.000 kasus dan 440 kematian.

Baca juga:  Dinkes Garut Catat 733 Kasus DBD sejak Januari 2026, 4 Meninggal

(Willy Haryono)