Bandara Husein Sastranegara Bandung dan Empat Bandara Lain Masih Ditutup hingga Pukul 18.00 WIB

Bandara Husein Sastranegara ditutup sementara imbas meluasnya sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau. Foto: dok Metrotvnews.com

Bandara Husein Sastranegara Bandung dan Empat Bandara Lain Masih Ditutup hingga Pukul 18.00 WIB

Siti Yona Hukmana • 7 September 2026 11:19

Jakarta: Bandar Udara Husein Sastranegara, Bandung (BDO) dan empat bandar udara lainnya masih berstatus tutup akibat sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau. Berdasarkan pembaruan informasi aeronautika, periode penutupan kelima bandar udara tersebut diperpanjang hingga estimasi pukul 18.00 WIB pada Senin, 7 September 2026.

"Penyesuaian status operasional bandar udara tersebut merupakan langkah mitigasi untuk mendukung keselamatan penerbangan, dengan mempertimbangkan kondisi sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau," kata Executive Vice President (EVP) of Corporate Secretary AirNav Indonesia Hermana Soegijantoro dikutip melalui keterangan tertulis, Senin, 7 September 2026.

Berikut rincian bandar udara yang masih berstatus tutup tersebut:

1. Bandar Udara Radin Inten II, Lampung (TKG), status closed, mulai pukul 08.20 WIB hingga estimasi pukul 18.00 WIB.
2. Bandar Udara Budiarto, Curug (RTO), status closed, mulai pukul 08.30 WIB hingga estimasi pukul 18.00 WIB.
3. Bandar Udara Husein Sastranegara, Bandung (BDO), status closed, mulai pukul 08.32 WIB hingga estimasi pukul 18.00 WIB.
4. Bandar Udara Muhammad Taufiq Kiemas (WILP), status closed, mulai pukul 08.35 WIB hingga estimasi pukul 18.00 WIB.
5. Bandar Udara Pondok Cabe (PCB), status closed, mulai pukul 08.37 WIB hingga estimasi pukul 18.00 WIB.

(Ilustrasi. Foto: MI/Heri Susetyo)

Sementara itu, Bandar Udara Pagar Alam/Atung Bungsu (WIPY), Pagar Alam, Sumatra Selatan, telah kembali berstatus open (buka) berdasarkan NOTAM C1107/26 NOTAMC C1105/26, yang berlaku mulai pukul 08.12 WIB pada Senin, 7 September 2026.

AirNav Indonesia terus memantau perkembangan kondisi ruang udara dan sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau. Informasi aeronautika akan terus diperbarui sesuai perkembangan kondisi aktual dan informasi keselamatan penerbangan.

AirNav Indonesia juga terus berkoordinasi dengan pemangku kepentingan penerbangan untuk memastikan informasi terkait kondisi ruang udara dan pelayanan navigasi penerbangan tersampaikan secara tepat waktu.

(Siti Yona Hukmana)