Ilustrasi. Foto: dok MI.
Ini 9 Kebiasaan Kelas Menengah yang Bikin Susah Kaya
Ade Hapsari Lestarini • 2 September 2026 21:50
Jakarta: Membangun kekayaan tidak hanya bergantung pada besarnya penghasilan, tetapi juga bagaimana seseorang mengelola waktu, pekerjaan, dan keuangannya. Sejumlah kebiasaan sehari-hari yang dianggap wajar bahkan dapat menghambat produktivitas dan perkembangan finansial jika dilakukan terus menerus.
Influencer dan pengusaha asal Amerika Serikat, Codie Sanchez, menyoroti sejumlah kebiasaan yang menurutnya kerap dilakukan kalangan kelas menengah dan dapat menghambat seseorang dalam mengembangkan kondisi finansial.
Sanchez merupakan pendiri Contrarian Thinking dan dikenal melalui konten mengenai bisnis, investasi, dan keuangan pribadi. Dalam salah satu analisisnya, ia menyebut sembilan kebiasaan yang perlu diperhatikan bagi seseorang yang ingin meningkatkan kondisi finansial.
1. Terlalu sering mengatakan "iya".
Menurut Sanchez, terlalu sering menerima ajakan atau permintaan orang lain dapat membuat waktu tersita untuk aktivitas yang tidak menjadi prioritas. Ia menyarankan seseorang berani menolak ketika memiliki tujuan atau pekerjaan yang membutuhkan fokus. Menentukan batas terhadap permintaan orang lain dinilai dapat membantu waktu digunakan untuk aktivitas yang lebih penting.
2. Terlalu ingin disukai
Keinginan untuk selalu diterima orang lain juga menjadi salah satu kebiasaan yang disoroti Sanchez. Dalam pekerjaan maupun bisnis, seseorang terkadang perlu mengambil keputusan yang tidak selalu mendapat persetujuan semua pihak. Karena itu, ia menilai kemampuan bersikap tegas dan mempertahankan standar menjadi hal yang penting.
3. Tidak menjaga waktu
Waktu dapat terbuang akibat berbagai gangguan, mulai dari notifikasi, pesan hingga panggilan yang tidak berkaitan dengan pekerjaan utama. Sanchez menyarankan untuk membatasi gangguan tersebut, termasuk mematikan notifikasi yang tidak diperlukan. Dengan demikian, waktu dapat dialihkan untuk pekerjaan yang memiliki prioritas lebih tinggi.
4. Mengerjakan semuanya sendiri
Mengerjakan seluruh pekerjaan seorang diri juga dinilai dapat membatasi perkembangan, terutama ketika seseorang mulai membangun bisnis. Menurut Sanchez, pembagian pekerjaan melalui tim dapat membantu pemilik bisnis mengalokasikan waktu untuk pekerjaan yang lebih strategis. Delegasi juga memungkinkan lebih banyak aktivitas dikerjakan secara bersamaan.
5. Tidak membedakan pendapatan dan keuntungan
Dalam menjalankan bisnis, pendapatan atau omzet tidak sama dengan keuntungan. Jumlah uang yang diterima masih harus dikurangi dengan berbagai biaya operasional. Sanchez mengingatkan pentingnya melihat keuntungan bersih agar kondisi bisnis dapat dinilai secara lebih realistis. Hanya melihat besarnya uang yang masuk dapat memberikan gambaran yang keliru mengenai kinerja usaha.

Ilustrasi. Foto: Magnific.
6. Tidak menyediakan waktu untuk beristirahat
Tekanan pekerjaan dan berbagai persoalan sehari-hari dapat memengaruhi kemampuan seseorang untuk berpikir dan mengambil keputusan. Sanchez menyarankan menyediakan waktu untuk beristirahat dan menjauh sejenak dari berbagai gangguan. Aktivitas seperti meditasi atau olahraga dapat menjadi pilihan untuk membantu menjaga kondisi mental dan fisik.
7. Terlalu sering meragukan diri sendiri
Keraguan terhadap kemampuan diri juga dinilai dapat menghambat seseorang dalam mencapai tujuan. Sanchez menekankan pentingnya memiliki visi yang jelas dan tidak terlalu mudah terpengaruh oleh penilaian orang lain. Kepercayaan terhadap tujuan yang ingin dicapai diperlukan agar seseorang dapat menjaga konsistensi dalam jangka panjang.
8. Kurang disiplin
Kedisiplinan, menurut Sanchez, dapat dimulai dari berbagai aktivitas sederhana dalam kehidupan sehari-hari. Kemampuan menyelesaikan pekerjaan dan membereskan persoalan kecil secara konsisten dapat menjadi bagian dari kebiasaan sebelum seseorang menghadapi tanggung jawab yang lebih besar dalam pekerjaan maupun bisnis.
9. Terlalu sering bangun siang
Kebiasaan bangun terlalu siang juga menjadi salah satu hal yang disoroti Sanchez. Menurutnya, memulai aktivitas lebih awal dapat memberikan waktu tambahan untuk menyelesaikan pekerjaan yang membutuhkan konsentrasi. Sanchez mengaku terbiasa memulai aktivitas sejak dini hari. Menurutnya, suasana pagi yang relatif tenang dapat dimanfaatkan untuk mengerjakan pekerjaan yang membutuhkan fokus.
Pada akhirnya, Sanchez menilai kebiasaan sehari-hari memiliki peran terhadap cara seseorang menggunakan waktu dan mengelola pekerjaannya. Namun, kebiasaan tersebut tidak serta-merta menentukan tingkat kekayaan seseorang karena kondisi finansial juga dipengaruhi oleh pendapatan, pengeluaran, aset, utang, kesempatan ekonomi, dan berbagai faktor lainnya.
Karena itu, sejumlah kebiasaan yang disoroti Sanchez lebih tepat dipandang sebagai bahan evaluasi dalam mengelola waktu, pekerjaan, dan keuangan pribadi. (Tiaranissa Juliansyah)