Prabowo Targetkan Penutupan 700 BUMN Hingga Desember 2026

Presiden Prabowo Subianto menerima Menteri Investasi dan Hilirisasi sekaligus Chief Executive Officer (CEO) Danantara Rosan Roeslani, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia, serta jajaran Danantara di kediamannya di Hambalang, Kabu

Prabowo Targetkan Penutupan 700 BUMN Hingga Desember 2026

Gabriella Thesa Widiari • 5 September 2026 10:57

Jakarta: Presiden Prabowo Subianto mendorong percepatan perampingan Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Kepala Negara menargetkan penutupan 700 perusahaan pelat merah hingga Desember 2026.

Hal itu disampaikan Prabowo saat menerima laporan dari Menteri Investasi dan Hilirisasi sekaligus Chief Executive Officer (CEO) Danantara Rosan Roeslani dan Chief Operating Officer (COO) Danantara Dony Oskaria, di kediamannya di Hambalang, Bogor, Jawa Barat, Jumat, 4 September 2026.

“Bapak Presiden menegaskan pentingnya penataan BUMN dilakukan secara terukur dan menyeluruh untuk menciptakan struktur perusahaan negara yang lebih efisien, sehat, profesional, dan mampu memberikan kontribusi optimal bagi perekonomian nasional,” ujar Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya dalam keterangan tertulis, Sabtu, 5 September 2026.

Hingga saat ini, sebanyak 290 BUMN telah ditutup. Langkah tersebut berhasil menghasilkan penghematan anggaran negara hingga Rp50 triliun.

Proses konsolidasi tersebut akan terus dilanjutkan untuk menyederhanakan struktur perusahaan negara. Melalui restrukturisasi lanjutan ini, pemerintah memproyeksikan efisiensi anggaran dapat mencapai Rp100 triliun.


Presiden Prabowo Subianto. Foto: BPMI Setpres.

Selain itu, Prabowo juga menerima laporan terkait percepatan hilirisasi. Kebijakan tersebut merupakan upaya pemerintah untuk meningkatkan nilai tambah sumber daya alam di Indonesia.

“Percepatan hilirisasi sebagai langkah strategis untuk meningkatkan nilai tambah sumber daya alam di dalam negeri, memperkuat investasi, serta menciptakan manfaat ekonomi yang lebih besar bagi Indonesia,” kata Teddy.

(Gabriella Thesa Widiari)