AS, Korea Selatan, dan Jepang memulai latihan militer Freedom Edge selama lima hari. (Anadolu Agency)
AS Bersama Korsel dan Jepang Memulai Latihan Militer Gabungan Lima Hari
Muhammad Reyhansyah • 7 September 2026 13:53
Seoul: Amerika Serikat (AS), Korea Selatan, dan Jepang memulai latihan militer gabungan selama lima hari pada Senin, 7 September 2026 untuk memperkuat kemampuan operasi dan respons bersama menghadapi berbagai ancaman, terutama kemampuan nuklir dan rudal Korea Utara.
Menurut laporan Yonhap News Agency yang mengutip Kepala Staf Gabungan (JCS) Korea Selatan, latihan bertajuk Freedom Edge tersebut digelar di perairan internasional sebelah timur dan selatan Pulau Jeju, Korea Selatan.
Militer Korea Selatan mengatakan latihan mencakup sejumlah domain, termasuk operasi maritim, udara, dan siber. Ketiga negara juga akan memperkuat kemampuan pencegahan dan respons bersama sekaligus menjaga stabilitas keamanan kawasan.
"Ketiga negara akan memanfaatkan latihan ini untuk meningkatkan kemampuan operasional dan respons bersama di berbagai bidang, termasuk maritim, udara, dan siber, sembari mempertahankan hubungan kerja sama yang kuat dan stabil," kata JCS, dikutip dari TRT World.
Latihan tersebut melibatkan berbagai aset udara dan laut dari ketiga negara. Enam kapal perusak yang dilengkapi sistem pertahanan Aegis akan dikerahkan bersama pesawat patroli maritim, jet tempur, dan pesawat tanker pengisi bahan bakar.
Korea Selatan mengerahkan kapal perusak ROKS Yulgok Yi I dan ROKS Seoae Ryu Seong-ryong. Jepang mengerahkan kapal perusak Atago dan Asahi, pesawat patroli maritim P-1, helikopter SH-60K, serta jet tempur F-15.
Sementara itu, kapal perusak Angkatan Laut AS USS Benfold telah tiba di Busan, Korea Selatan, pekan lalu dan diperkirakan turut ambil bagian dalam latihan tersebut.
Latihan Freedom Edge tetap digelar sesuai jadwal meski pemerintahan Presiden AS Donald Trump memangkas durasi latihan bilateral Ulchi Freedom Shield bersama Korea Selatan bulan lalu sebagai bagian dari upaya mendorong Korea Utara kembali ke meja perundingan.
Korea Utara selama ini mengecam latihan militer AS dan sekutunya sebagai latihan untuk mempersiapkan perang.
Tidak ada kapal induk AS yang diperkirakan ikut dalam Freedom Edge kali ini karena AS masih terlibat dalam perang dengan Iran, menurut sejumlah sumber.
Baca juga: Korut Kutuk Latihan Gabungan AS Bersama Korsel dan Jepang