Warga setempat mendokumentasikan kondisi helikopter PK-CFX dilaporkan hilang kontak saat terbang dari Sintang menuju Kubu Raya pada Kamis (16/4) sekitar pukul 08.39 WIB. ANTARA/HO-Dokumentasi warga
Helikopter PK-CFX Jatuh, KNKT Targetkan Investigasi Awal Rampung 30 Hari
Lukman Diah Sari • 17 April 2026 18:48
Pontianak: Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) menargetkan laporan awal (preliminary report) terkait kecelakaan helikopter PK-CFX di Kabupaten Sekadau, Kalimantan Barat (Kalbar) akan dirilis dalam waktu 30 hari sejak insiden terjadi.
"Dalam 30 hari kita akan keluarkan laporan awal yang berisi data faktual," kata Investigator KNKT, Dian Saputra di Pontianak, Jumat, 17 April 2026, melansir Antara.
"Untuk penyebabnya saat ini belum bisa kita pastikan. Kita masih menunggu hasil analisis," ujar dia.

Ilustrasi pencarian helikopter jatuh. Dokumentasi/ istimewa
Dian menjelaskan helikopter PK-CFX tidak dilengkapi perangkat perekam data penerbangan, seperti Flight Data Recorder (FDR) maupun Cockpit Voice Recorder (CVR) sebagaimana pesawat komersial. Sebagai pengganti, KNKT mengandalkan engine data recorder untuk mengumpulkan informasi terkait performa mesin, termasuk kondisi oli dan putaran mesin sebelum kejadian.
Selain itu, tim investigasi juga mengumpulkan berbagai data tambahan dari lokasi kejadian, termasuk kemungkinan rekaman kamera yang dapat membantu proses rekonstruksi peristiwa. Seluruh data yang dihimpun nantinya dianalisis secara komprehensif, termasuk melibatkan pihak manufaktur helikopter di Prancis untuk memastikan akurasi temuan teknis.
"Investigasi ini difokuskan pada aspek keselamatan penerbangan, dengan tujuan menghasilkan rekomendasi guna mencegah kejadian serupa terulang di masa mendatang," ungkap Dian.
KNKT menyebutkan laporan akhir (final report) yang memuat penyebab kecelakaan serta faktor-faktor yang berkontribusi diperkirakan baru dirilis dalam kurun waktu hingga 12 bulan. Sebelumnya, helikopter PK-CFX dilaporkan hilang kontak saat terbang dari Sintang menuju Kubu Raya pada Kamis, 16 April 2026, sekitar pukul 08.39 WIB. Helikopter tersebut mengangkut delapan orang, terdiri atas dua kru dan enam penumpang, yakni pilot Capt Marindra W, co-pilot Harun Arasyd, serta enam penumpang lainnya.
Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow akun Google News Metrotvnews.com