Puing dari sebuah pesawat yang diduga dari jet tempur India. Foto: Anadolu
Indonesia Dorong India dan Pakistan Utamakan Dialog untuk Atasi Krisis
Fajar Nugraha • 7 May 2025 14:20
Jakarta: Menanggapi situasi yang terjadi antara Pakistan dan India, Pemerintah Indonesia meminta kedua negara menahan diri.
"Pemerintah Indonesia terus mengamati perkembangan situasi antara India dan Pakistan," sebut pernyataan Kementerian Luar Negeri RI, Rabu 7 Mei 2025.
"Indonesia mendorong kedua pihak dapat menahan diri dan mengedepankan dialog dalam menyelesaikan krisis," imbuh pernyataan itu.
Kemenlu pun mengimbau WNI di kedua negara, agar tetap waspada dan menghindari bepergian ke wilayah terdampak dan tempat-tempat yang mungkin menjadi sasaran konflik.
Sebelumnya, India telah menyerang sembilan lokasi di Pakistan dan Kashmir yang dikelola Pakistan pada dengan sedikitnya delapan kematian dilaporkan dan 35 lainnya terluka. Pakistan mengatakan bahwa mereka sedang melancarkan respons saat pertempuran terburuk dalam beberapa tahun meletus antara kedua negara.
Serangan itu terjadi di tengah meningkatnya ketegangan setelah serangan terhadap wisatawan Hindu di Kashmir yang dikelola India bulan lalu. Kelompok teroris menewaskan 26 orang dalam serangan 22 April itu, kekerasan terburuk yang menargetkan warga sipil di India dalam hampir dua dekade.
India berdalih mereka menyerang "infrastruktur teroris" tempat serangan terhadapnya direncanakan dan diarahkan. Menteri Pertananan Pakistan Khawaja Muhammad Asif telah mengatakan kepada media lokal bahwa semua lokasi yang menjadi target India adalah kamp sipil dan bukan kamp militan.
Sementara Pakistan sebagai bentuk perlawanan telah menembak jatuh lima jet tempur India.
Menteri Pertahanan Pakistan Khawaja Asif menyatakan kepada stasiun TV Geo News bahwa Angkatan Udara Pakistan (PAF) “telah menembak jatuh setidaknya lima pesawat tempur India sebagai tanggapan terhadap agresi terbaru India.”