Hujan Lebat Picu Longsor di Lumajang, Ayah dan Anak Meninggal

Rumah warga terdampak tanah longsor di Dusun Jonggrang, Desa Tamanayu, Kecamatan Pronojiwo, Kabupaten Lumajang Provinsi Jawa Timur. (Foto: BPBD Kabupaten Lumajang)

Hujan Lebat Picu Longsor di Lumajang, Ayah dan Anak Meninggal

Lukman Diah Sari • 2 November 2026 16:16

Lumajang: Hujan lebat memicu tanah longsor di Dusun Jonggrang, Desa Tamanayu, Kecamatan Pronojiwo, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, pada Sabtu, 31 Oktober 2026, pukul 01.00 WIB. Peristiwa tersebut mengakibatkan dua warga meninggal dunia setelah rumah yang mereka tempati tertimpa material longsor.

Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jawa Timur, hujan lebat mengguyur kawasan tersebut pada Jumat, 30 OKtober 2026, mulai pukul 20.00 hingga 23.00 WIB. Kondisi lereng yang labil di kawasan rawan longsor menyebabkan material tanah longsor dan menimpa satu rumah warga di RT 22/RW 08.

"Tak lama kemudian, longsor susulan terjadi dan menimbun rumah beserta penghuninya," ujar Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan dalam keterangan resmi, Senin, 2 November 2026.

Dua warga yang meninggal dunia merupakan satu keluarga, yakni seorang ayah berusia 40 tahun dan putrinya yang berusia 9 tahun. Keduanya telah dievakuasi oleh warga setempat dan dimakamkan oleh pihak keluarga.

"Kerugian material akibat kejadian ini tercatat berupa satu unit rumah rusak sedang," jelas dia.

BPBD Provinsi Jawa Timur bersama Tim Reaksi Cepat Penanggulangan Bencana (TRC PB) BPBD Kabupaten Lumajang telah melakukan penanganan di lokasi kejadian, termasuk pengamanan lokasi, kajian cepat, serta pemberian bantuan awal berupa terpal bagi warga terdampak.

Rumah warga terdampak tanah longsor di Dusun Jonggrang, Desa Tamanayu, Kecamatan Pronojiwo, Kabupaten Lumajang Provinsi Jawa Timur. (Foto: BPBD Kabupaten Lumajang)

Pemerintah Provinsi Jawa Timur juga menyalurkan santunan duka cita sebesar Rp20.000.000 kepada keluarga korban meninggal dunia. Selain itu, bantuan berupa paket sembako dan material bangunan, seperti semen dan bata, disalurkan untuk mendukung pemulihan pascabencana.

BNPB menginformasikan bahwa jalur menuju lokasi melalui Kecamatan Dampit, Kabupaten Malang, tidak dapat dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat akibat genangan banjir di beberapa titik. Masyarakat dan tim gabungan yang menuju lokasi dapat menggunakan jalur Probolinggo sebagai akses alternatif.

Mengingat potensi hujan dengan intensitas sedang hingga tinggi masih ada, BNPB mengimbau warga yang tinggal di lereng dan kawasan rawan longsor untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama saat hujan berlangsung lama. Jika muncul tanda-tanda pergerakan tanah, warga diminta segera menjauh dari area berbahaya dan menuju tempat yang lebih aman.

(Lukman Diah Sari)