Warga sedang berdoa disalah satu makam korban miras oplosan maut
Pesta Miras Berujung Maut di Cirebon, 3 Orang Dilaporkan Tewas
Ahmad Rofahan • 30 October 2026 09:58
Cirebon: Pesta minuman keras (miras) oplosan di Desa Getasan, Kecamatan Depok, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, berujung maut. Tiga orang dilaporkan meninggal dunia setelah diduga mengonsumsi minuman keras dalam kegiatan yang berlangsung di Blok Tunggak Sati, RT 04 RW 02.
Aparat Desa Getasan, Sujadi, mengatakan peristiwa tersebut berlangsung pada Senin malam atau malam Selasa, 26 Oktober 2026. Informasi itu diperoleh dari keterangan salah seorang korban yang selamat.
Menurut Sujadi, laporan mengenai sejumlah warga yang mengalami gangguan kesehatan mulai diterima pemerintah desa pada Rabu sore hingga Kamis. Awalnya, pihak desa mendapat informasi dari warga Desa Kejuden mengenai salah seorang penduduknya kritis hingga akhirnya meninggal dunia setelah menjalani perawatan di rumah sakit.
“Setelah kami berkoordinasi dan melakukan pengembangan bersama aparat kepolisian, diketahui ada kaitannya dengan kejadian minum-minuman keras di desa kami. Korbannya ternyata bukan hanya warga Kejuden, tetapi juga ada warga Karangwangi, yang usianya sekitar 16 tahun,” ujar Sujadi, Jumat, 30 Oktober 2026.
Sujadi menyebutkan tiga korban meninggal dunia berasal dari beberapa desa. Berdasarkan informasi sementara, usia para korban diperkirakan berkisar 16 hingga 21 tahun.
Dalam penelusuran awal, polisi juga telah menyita sejumlah barang bukti yang diduga berkaitan dengan peristiwa tersebut. Barang bukti itu berupa alkohol berkadar 96 persen dan minuman jenis arak Bali. Kedua jenis minuman tersebut diduga berasal dari seseorang yang diperiksa terkait penjualan minuman yang dikonsumsi para korban.
“Barang bukti alkohol kadar 96 persen dan arak Bali sudah ditarik oleh pihak kepolisian atau Polsek. Sekarang barang buktinya sudah berada di Polsek,” jelasnya.

Ilustrasi meninggal. (Medcom.id)
Lebih lanjut, Sujadi mengungkapkan terdapat sembilan orang yang sementara ini terindikasi terlibat dalam kejadian tersebut. Meski demikian, jumlah tersebut masih dapat berubah seiring proses penyelidikan. Selain tiga korban meninggal dunia, sejumlah orang lainnya dilaporkan masih mengalami gangguan kesehatan. Mereka mengalami lemas dan muntah-muntah.
“Untuk sementara masih ada tiga orang yang kondisinya sakit. Mereka mengalami lemas dan muntah-muntah. Kami masih menunggu perkembangan lebih lanjut,” katanya.
Pemerintah Desa Getasan menyerahkan penanganan kasus tersebut kepada kepolisian. Langkah tersebut dilakukan untuk mengungkap penyebab pasti kematian ketiga korban sekaligus menelusuri asal-usul minuman yang diduga dikonsumsi dalam peristiwa tersebut.