Sistem pembayaran Unified Payments Interface atau UPI. (Times of India)
5 Negara dengan Sistem Pembayaran Digital yang Berkembang Pesat
Willy Haryono • 24 October 2026 17:32
Jakarta: Perkembangan teknologi mengubah cara masyarakat melakukan transaksi keuangan. di mana pembayaran yang sebelumnya banyak mengandalkan uang tunai kini dapat dilakukan secara digital melalui ponsel atau perangkat lain.
Sistem pembayaran digital menawarkan kemudahan untuk berbagai kebutuhan, mulai dari berbelanja hingga mengirim uang. Sejumlah negara mengembangkan infrastruktur pembayaran yang memungkinkan transaksi berlangsung cepat sekaligus memperluas akses masyarakat terhadap layanan keuangan.
Perkembangan tersebut didukung oleh penggunaan ponsel pintar, akses internet, serta sistem transfer instan dan pembayaran berbasis kode QR. Meski memiliki tujuan serupa, setiap negara mengembangkan sistem dengan karakteristik berbeda.
Mengutip SphericalInsights.com, berikut lima negara dengan perkembangan sistem pembayaran digital yang menonjol.
1. India
India menjadi salah satu negara dengan perkembangan pembayaran digital yang pesat melalui sistem Unified Payments Interface (UPI). Sistem ini memungkinkan masyarakat mengirim uang secara instan antarrekening dan melakukan pembayaran dengan memindai kode QR.Layanan seperti Paytm dan Google Pay turut memperluas penggunaan transaksi digital di negara tersebut.
Artikel yang dirujuk mencatat UPI memproses sekitar 228 miliar transaksi sepanjang 2025, dengan nilai mendekati 300 triliun rupee.
Penggunaan ponsel pintar dan pertumbuhan perdagangan elektronik ikut mendorong pemakaian sistem tersebut. UPI dapat digunakan untuk berbagai kebutuhan, mulai dari transfer uang hingga pembayaran di toko.
2. Tiongkok
Pembayaran digital di Tiongkok banyak mengandalkan layanan dompet digital, terutama Alipay dan WeChat Pay. Keduanya digunakan untuk transaksi daring maupun pembayaran langsung di toko.Kode QR menjadi salah satu metode pembayaran yang umum digunakan. Konsumen cukup memindai kode melalui ponsel untuk menyelesaikan transaksi, sementara pedagang dapat menerima pembayaran tanpa harus menggunakan perangkat khusus yang mahal.
Pertumbuhan perdagangan elektronik, penggunaan ponsel pintar, dan layanan teknologi finansial turut mendukung ekosistem pembayaran digital di Tiongkok.
Selain layanan swasta, pemerintah Tiongkok juga mengembangkan yuan digital. Mata uang digital tersebut berbeda dari layanan dompet digital seperti Alipay dan WeChat Pay.
3. Brasil
Brasil mengembangkan Pix, sistem pembayaran instan yang diluncurkan bank sentral pada November 2020. Layanan ini memungkinkan masyarakat dan pelaku usaha mengirim uang antarrekening kapan saja, termasuk di luar jam operasional perbankan.Pix dapat digunakan melalui aplikasi perbankan dan pembayaran berbasis kode QR. Transfer bagi pengguna individu umumnya tidak dikenai biaya.
Penggunaannya meluas untuk berbagai transaksi sehari-hari. Associated Press melaporkan Pix digunakan untuk membayar beragam kebutuhan, mulai dari jajanan hingga barang bernilai besar.
Sistem tersebut menjadi salah satu contoh perkembangan pembayaran instan yang menonjol, dengan kemudahan transaksi sebagai salah satu faktor pendukung penggunaannya.
4. Amerika Serikat
Amerika Serikat memiliki ekosistem pembayaran digital yang beragam. Kartu debit dan kredit masih banyak digunakan, berdampingan dengan dompet digital, pembayaran nirsentuh, layanan perbankan daring, dan sistem transfer instan.Platform seperti PayPal dan Google Pay memungkinkan masyarakat melakukan transaksi melalui ponsel maupun internet. Pertumbuhan belanja daring dan penggunaan pembayaran nirsentuh, terutama sejak pandemi, turut mendorong perkembangan layanan digital.
Dari sisi infrastruktur, Amerika Serikat memiliki FedNow dan RTP Network yang mendukung transfer dana instan melalui lembaga keuangan peserta.
Keberadaan berbagai sistem tersebut memperluas pilihan pembayaran digital bagi masyarakat, meskipun kartu debit dan kredit tetap menjadi bagian penting dari kebiasaan transaksi.
5. Singapura
Singapura mengembangkan sistem pembayaran digital melalui layanan seperti PayNow, FAST, dan SGQR.PayNow memungkinkan pengguna mengirim uang menggunakan nomor ponsel atau identitas tertentu. Sementara itu, FAST memfasilitasi transfer dana antarrekening hampir secara instan.
Adapun SGQR menyatukan berbagai layanan pembayaran dalam satu kode QR. Dengan sistem ini, pedagang tidak perlu menyediakan kode berbeda untuk setiap penyedia layanan, sedangkan konsumen dapat membayar menggunakan aplikasi yang mereka pilih.
Infrastruktur pembayaran Singapura juga mendukung transaksi lintas negara dengan sejumlah mitra. Otoritas Moneter Singapura menyebut pengguna dapat mengirim dana langsung ke rekening bank atau dompet elektronik di yurisdiksi mitra menggunakan nomor ponsel atau kode QR.
Pengembangan sistem tersebut memperluas pilihan transaksi digital sekaligus mempermudah pembayaran di dalam negeri dan lintas negara. (Razaqa Hariz)
Baca juga: 3 Negara yang Pernah Mengubah Mata Uangnya, dari Bulgaria hingga Venezuela