Telkom Ajak Kolaborasi Bangun Konektivitas Indonesia Timur

Director of Network PT Telkom Indonesia Budi Satria. Foto: Metrotvnews.com/Andika Fauzan Azhari

Telkom Ajak Kolaborasi Bangun Konektivitas Indonesia Timur

Andika Fauzan Azhari • 27 October 2026 17:03

Jakarta: Telkom Indonesia menyoroti masih tingginya ketimpangan pembangunan infrastruktur jaringan telekomunikasi yang sebagian besar masih terpusat di wilayah Jawa dan Sumatra.

Director of Network PT Telkom Indonesia Budi Satria mengatakan sebagian besar investasi infrastruktur dan penarikan kabel laut domestik saat ini masih berfokus di kawasan barat Indonesia dan terkonsentrasi menuju hub Singapura. Kondisi ini menjadi tantangan besar dalam pemerataan akses teknologi.

"Kalau kita lihat di Indonesia, sebagian besar investasi selalu berfokus di Jawa dan Sumatra saja. Kita punya banyak kabel laut domestik yang menghubungkan pulau-pulau ini, tetapi bagaimana dengan Indonesia bagian timur" ujar Budi Satria dalam acara Danantara Technology Innovation Investment Forum di Jakarta, Selasa, 27 Oktober 2026.  

Ia menjelaskan bahwa saat ini terdapat sekitar empat hingga lima proyek pembangunan jaringan baru, namun seluruhnya masih menghubungkan jalur Jawa menuju Singapura. Belum ada pengembang yang membangun jalur konektivitas baru secara khusus di kawasan Indonesia timur.


(Ilustrasi. Foto: Dok Metrotvnews.com)

Tantangan waktu dan ketersediaan kabel laut

Selain ketimpangan wilayah, Budi mengungkapkan bahwa pembangunan infrastruktur jaringan internasional (subsea cable) menghadapi tantangan teknis yang berat. Proses pembangunan kabel laut membutuhkan waktu empat hingga lima tahun karena terbatasnya jumlah pemasok terpercaya di dunia.

"Meskipun ada yang menilai permintaannya belum terlalu besar atau belum layak secara finansial, mungkin kita perlu bekerja sama untuk mengatasi hal tersebut. Dua hal ini menjadi tantangan besar bagi kita yaitu daya dan konektivitas," tambah Budi.  

Ia menambahkan, tingginya lonjakan kebutuhan kapasitas membuat kabel laut internasional yang baru beroperasi pun dapat terisi penuh dalam waktu kurang dari satu tahun. Oleh karena itu, kerja sama dan kolaborasi menjadi kunci penting agar pembangunan konektivitas dapat menjangkau seluruh wilayah Indonesia secara berkeadilan.

(Eko Nordiansyah)