Foto hunian tetap di Aceh Utara yang diambil melalui udara. (ANTARA/Akramul Muslim)
1.109 Hunian Tetap Disiapkan untuk Penyintas Bencana di Aceh Utara
Silvana Febiari • 27 October 2026 12:10
Aceh Utara: Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Utara menyiapkan sebanyak 1.109 unit hunian tetap (huntap) bagi penyintas bencana hidrometeorologi. Sebanyak 505 unit huntap dibangun oleh Kementerian PKP, 500 unit dari Buddha Suci, dan 104 unit dari Kemenko Polkam.
"Ada tiga sumber pembangunannya yakni Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Buddha Suci, serta Kemnterian Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Kemenko Polkam)," kata Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Kabupaten Aceh Utara Muhammad di Aceh Utara, dilansir Antara, Selasa, 27 Oktober 2026.
Di Desa Alue Papeun, Kecamatan Tanah Jambo Aye, pembangunan huntap dari Buddha Suci direncanakan sekitar 130 unit. Sebanyak 80 unit telah siap dan penghuninya sudah ditentukan melalui proses pengundian.
Baca Juga :
Pemerintah daerah turut menyiapkan prasarana, sarana, dan utilitas umum untuk menunjang kelayakan kawasan hunian tersebut, seperti pembangunan jalan lingkungan, penyiapan lahan, serta rencana pemasangan instalasi air bersih pada tahun ini.
Pembangunan akses jalan di kawasan tersebut mendapat dukungan pendanaan dari Pemerintah Provinsi Aceh. Jalan lingkungan direncanakan memiliki lebar sekitar enam meter, sedangkan salah satu ruas akses memiliki panjang sekitar 150 meter.
Untuk pekerjaan lainnya mencakup penyiapan saluran dan penimbunan lahan di bagian belakang kawasan.
Lahan yang digunakan untuk pembangunan huntap tersebut merupakan milik pemerintah daerah dengan luas sekitar 1,5 hektare. Penataan lahan masih diperlukan pada beberapa bagian agar kawasan dapat mendukung pembangunan rumah dan fasilitas pendukungnya.
Sementara itu, pembangunan huntap yang didukung Kemenko Polkam sebanyak 104 unit dilaporkan telah selesai. Program dari Kementerian PKP masih berproses, termasuk penyiapan dan pematangan lahan untuk lokasi yang telah memungkinkan pembangunan.
.jpg)
Ilustrasi pembangunan hunian tetap (huntap). Foto: Istimewa.
Salah satu lokasi pembangunan dari program Kementerian PKP berada di Kecamatan Langkahan. Pemerintah daerah juga masih menunggu hasil akhir penilaian dari Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP) yang dijadwalkan pada 28 Oktober 2026 untuk proses pembangunan di lokasi lainnya.
Kebutuhan huntap di Aceh Utara masih memerlukan pemutakhiran data. Berdasarkan data sebelumnya, kebutuhan hunian tetap diperkirakan sekitar 4.000 unit.
Namun data terbaru dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) menunjukkan jumlah rumah terdampak yang memerlukan penanganan mencapai sekitar 10.000 unit. Termasuk rumah yang dibangun secara mandiri maupun yang akan dibangun di lokasi asal dan lokasi baru.
Pemerintah daerah perlu memverifikasi kembali jumlah penerima bantuan serta menentukan skema penanganan sesuai kondisi rumah dan kebutuhan masing-masing penyintas. Data tersebut menjadi dasar untuk membedakan warga yang membutuhkan hunian tetap terpusat dengan warga yang dapat membangun kembali rumah secara mandiri.
Pihaknya berharap dengan pembangunan huntap dan fasilitas pendukung dapat membantu penyintas bencana hidrometeorologi yang kehilangan rumah agar memperoleh tempat tinggal yang layak dan aman.