Ilustrasi kapal menghantam gelombang tinggi. (metrotvnews.com)
BMKG Peringatkan Gelombang Tinggi hingga 4 Meter pada 26–29 Oktober 2026, Cek Wilayahnya
Angel Rinella • 26 October 2026 12:53
Jakarta: Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengimbau masyarakat mewaspadai gelombang laut yang berpotensi mencapai 4 meter di sejumlah perairan Indonesia pada 26-29 Oktober 2026. Kondisi tersebut dapat membahayakan nelayan, awak kapal, dan warga yang melakukan aktivitas di laut.
Dilansir dari laman resmi BMKG, potensi gelombang tinggi berkaitan dengan pola angin yang menguat di sejumlah perairan. Wilayah Samudra Hindia bagian selatan Indonesia menjadi salah satu kawasan yang perlu mendapat perhatian.
Di wilayah utara ekuator, angin umumnya bertiup dari tenggara hingga barat daya dengan kecepatan 6-25 knot. Adapun di wilayah selatan ekuator, angin bergerak dari timur laut hingga tenggara dengan kecepatan 8-25 knot.
BMKG juga mencatat angin kencang di Selat Malaka bagian utara, Samudra Hindia barat Kepulauan Mentawai hingga Bengkulu, serta Laut Natuna Utara. Kondisi angin dan gelombang tersebut perlu diperhitungkan sebelum melaut untuk mengurangi risiko kecelakaan, terutama bagi kapal berukuran kecil.
Wilayah dengan Potensi Gelombang 2,5-4 Meter
BMKG memperkirakan gelombang setinggi 2,5-4 meter berpotensi terjadi di sejumlah perairan Indonesia selama 26-29 Oktober 2026. Wilayah yang perlu mewaspadai gelombang tinggi tersebut meliputi:
- Samudra Hindia barat Kepulauan Mentawai
- Samudra Hindia barat Bengkulu
- Samudra Hindia barat Lampung
- Samudra Hindia selatan Jawa Barat
- Samudra Hindia selatan DI Yogyakarta
- Samudra Hindia selatan Jawa Timur
- Samudra Hindia selatan Bali
- Samudra Hindia selatan Nusa Tenggara Timur (NTT)
Nelayan dan operator kapal yang beraktivitas di wilayah tersebut perlu mempertimbangkan kondisi cuaca dan laut sebelum berangkat. Gelombang tinggi dapat meningkatkan risiko kecelakaan, khususnya bagi kapal berukuran kecil.
Wilayah dengan Potensi Gelombang 1,25-2,5 Meter
Selain gelombang tinggi hingga 4 meter, BMKG juga memperingatkan potensi gelombang setinggi 1,25-2,5 meter di sejumlah perairan. Wilayah yang berpotensi mengalami kondisi tersebut meliputi:
- Selat Malaka bagian utara
- Samudra Hindia barat Aceh
- Samudra Hindia barat Kepulauan Nias
- Samudra Hindia selatan Banten
- Samudra Hindia selatan Jawa Tengah
- Samudra Hindia selatan Nusa Tenggara Barat (NTB)
- Laut Natuna Utara
- Selat Karimata bagian utara
- Laut Bali
- Samudra Pasifik utara Maluku
- Samudra Pasifik utara Papua Barat Daya
- Samudra Pasifik utara Papua Barat
- Samudra Pasifik utara Papua
Meski lebih rendah, gelombang setinggi 1,25-2,5 meter tetap dapat memengaruhi keselamatan pelayaran. Risiko yang dihadapi bergantung pada jenis kapal, kecepatan angin, dan kondisi perairan setempat.
BMKG mengimbau nelayan dan pelaku pelayaran untuk memeriksa kecepatan angin serta tinggi gelombang sebelum memutuskan melaut. Perahu nelayan perlu mewaspadai kecepatan angin mulai 15 knot dan gelombang setinggi 1,25 meter.
Sementara itu, kapal tongkang perlu berhati-hati saat kecepatan angin mencapai 16 knot dan tinggi gelombang 1,5 meter. Kapal feri juga perlu mewaspadai kondisi ketika kecepatan angin mencapai 21 knot dan tinggi gelombang mencapai 2,5 meter.