Ilustrasi. Foto: Freepik.
Upah Riil Jepang Naik 1,5%, Tumbuh 8 Bulan Berturut-turut
Eko Nordiansyah • 7 October 2026 21:26
Tokyo: Upah riil Jepang naik 1,5 persen pada Agustus 2026 dibandingkan periode yang sama di tahun sebelumnya. Kenaikan tersebut menjadi kenaikan selama delapan bulan berturut-turut dan sekaligus menunjukkan pertumbuhan upah yang terus berlanjut.
Dilansir dari laman Channel News Asia, Rabu, 7 Oktober 2026, data pemerintah Jepang menunjukkan pertumbuhan riil tersebut melambat dibandingkan kenaikan dua persen yang terjadi pada Juli 2026.
Meski demikian, data upah yang tetap solid memperkuat peluang Bank of Japan (BOJ) untuk melanjutkan kenaikan suku bunga setelah acuan suku bunga bulan lalu.
Upah nominal rata-rata atau total penghasilan tunai pekerja naik 3,8 persen secara tahunan menjadi 311.354 yen atau sekitar USD1.969,66. Pertumbuhan tersebut diketahui lebih rendah dibandingkan kenaikan 4,3 persen pada Juli 2026.
Sementara itu, gaji pokok pekerja atau pupah regular meningkat 3,8 persen pada Agustus 2026. Angka tersebut sama dengan pertumbuhan yang telah direvisi pada Juli 2026. Pertumbuhan upah lembur juga tercatat 5,2 persen, lebih tinggi dibandingkan kenaikan 4,5 persen pada Juli 2026.
(1)(1).jpg)
(Ilustrasi. Foto: Dok Metrotvnews.com)
Inflasi masih tekan ekonomi Jepang
Di sisi lain, pembayaran khusus yang sebagian besar terdiri dari bonus satu kali tidak mencatat pertumbuhan pada Agustus 2026. Sebelumnya, data tersebut tumbuh 5,3 persen berdasarkan data yang telah direvisi pada Juli 2026.Tingkat inflasi yang digunakan pemerintah Jepang untuk menghitung upah riil juga tetap berada di level 2,2 persen pada Agustus 2026. Angka tersebut lebih rendah dibandingkan tingkat inflasi yang sama di periode sebelumnya yakni sebesar 3,1 persen.
Tekanan inflasi masih menjadi perhatian BOJ, inflasi tahunan di Tokyo pada September 2026 meningkat dengan laju tercepat dalam 10 bulan, berdasarkan data yang dirilis pada minggu lalu. Kondisi tersebut menunjukkan tekanan harga yang masih meningkat sekaligus memperkuat ekspektasi bank sentral Jepang dapat kembali menaikkan suku bunga. (Tiaranissa Juliansyah)