Kondisi udara di Pekanbaru, Riau. MI
Titik Panas Karhutla Sumatra Capai 4.845 Titik
Rudi Kurniawansyah • 8 October 2026 09:56
Pekanbaru: Jumlah titik panas atau hotspot yang menjadi indikator kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Sumatra kembali meningkat. Berdasarkan pemantauan satelit terbaru, terdeteksi 4.845 titik panas di sejumlah wilayah Sumatra.
Sumatra Selatan (Sumsel) masih menjadi provinsi dengan jumlah titik panas terbanyak, yakni mencapai 3.847 titik. Posisi berikutnya ditempati Jambi dengan 384 titik panas.
Forecaster on Duty Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Pekanbaru Yasir Prayuna mengatakan titik panas juga terpantau cukup tinggi di Bangka Belitung (Babel) sebanyak 316 titik dan Lampung 251 titik.
Selanjutnya, Riau dan Bengkulu masing-masing mencatat 19 titik panas. Sumatra Utara (Sumut) terpantau memiliki lima titik panas, sedangkan Sumatra Barat (Sumbar) dua titik. Aceh dan Kepulauan Riau (Kepri) masing-masing tercatat satu titik panas.
“Jumlah total titik panas di Sumatra mencapai 4.845 titik panas dengan jumlah terbanyak masih tetap di Sumsel,” ujarnya, Kamis, 8 Oktober 2026.
Dari total 19 titik panas yang terdeteksi di Riau, sebagian besar berada di Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing) dengan 15 titik. Empat titik lainnya tersebar masing-masing satu titik di Siak, Indragiri Hulu (Inhu), Rokan Hilir (Rohil), dan Kota Dumai.
Kondisi Udara Riau
Selain memantau perkembangan titik panas, BMKG juga mengingatkan masyarakat mengenai kondisi udara di Riau. Pada pagi hari, udara diprakirakan kabur akibat asap dengan kondisi cuaca cerah berawan.
Kondisi udara kabur akibat asap berpotensi berlanjut hingga siang dan sore hari. Pada periode tersebut, hujan dengan intensitas ringan hingga sedang berpeluang terjadi di Rokan Hilir, Rokan Hulu (Rohul), Kampar, Bengkalis, Siak, Dumai, dan Pekanbaru.
Pada malam hari, hujan ringan hingga sedang diprakirakan mengguyur sejumlah wilayah, meliputi Rohul, Kampar, Siak, Bengkalis, Dumai, dan Pekanbaru. Sementara pada dini hari, kondisi udara masih berpotensi kabur akibat asap dengan cuaca berawan.

Ilustrasi. Kabut asap menutupi kawasan permukiman di Palu, Sulawesi Tengah, Senin (5/10/2026). (ANTARA FOTO/Muhammad Rifki Hasan/agr)
BMKG meminta masyarakat tetap waspada terhadap potensi hujan sedang hingga lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang. Kondisi tersebut berpotensi terjadi di Rohul, Rohil, Kampar, Bengkalis, dan Siak pada siang atau sore serta malam hari.
Masyarakat juga diimbau terus memantau perkembangan cuaca dan kualitas udara, terutama saat kondisi udara kembali kabur akibat asap.
Suhu udara di Riau diprakirakan berada pada rentang 23-34 derajat Celsius dengan tingkat kelembapan 45-90 persen. Angin diperkirakan bertiup dari arah tenggara dengan kecepatan 10-40 kilometer per jam.
“Untuk tinggi gelombang di wilayah perairan Riau diprakirakan berkisar 0,5-1,25 meter dan masih berada dalam kategori rendah,” tutupnya.