Pengalaman Listyo Sigit Disebut Jadi Modal Menjalankan Tugas di Pemerintahan

Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo menerima Bintang Mahaputera Adipurna dari Presiden Prabowo Subianto. Foto: tangkapan layar.

Pengalaman Listyo Sigit Disebut Jadi Modal Menjalankan Tugas di Pemerintahan

Deny Irwanto • 3 October 2026 00:19

Jakarta: Peran baru mantan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo di pemerintahan menjadi perhatian di tengah dinamika politik dan keamanan nasional. Ketua Presidium Jaringan Aktivis Reformasi Indonesia 98 (JARI'98), Willy Prakarsa, menilai pengalaman Listyo Sigit selama memimpin Polri menjadi modal untuk menjalankan tugas strategis di pemerintahan.

Willy mengatakan penempatan Listyo Sigit sebagai Kepala Staf Presiden (KSP) menjadi bagian penting yang dipilih Presiden Prabowo Subianto dalam menghadapi berbagai dinamika pemerintahan.

"Presiden Prabowo cukup cermat dan jeli dalam intelijen, jadikan Jenderal Listyo Sigit Prabowo sebagai KSP,” kata Willy dalam keterangan di Jakarta, Jumat, 2 Oktober 2026.

Baca Juga :

Pesan Listyo Sigit kepada Suyudi usai Dilantik Jadi Kapolri



Ketua Presidium Jaringan Aktivis Reformasi Indonesia 98 (JARI'98), Willy Prakarsa. Dokumentasi/ istimewa.
 

 

Willy menilai lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) 1991 ini memiliki pengalaman dan karakter yang dibutuhkan untuk menjalankan tugas strategis di pemerintahan. Ia juga menyebut mantan Kapolri sebagai sosok yang memiliki dedikasi, pekerja keras, humanis, rendah hati, dan berintegritas.

"Semua tokoh dan elemen gerakan pastinya menaruh hormat pada sosok eks Kapolri tersebut dan terbilang sukses, miliki dedikasi, pekerja keras, humanis, humble dan berintegritas," jelas Willy.

Menurut Willy pengalaman Listyo Sigit selama berada di institusi kepolisian dapat menjadi bekal dalam menghadapi berbagai persoalan yang berkaitan dengan keamanan dan dinamika nasional. Ia menggambarkan posisi mantan Kapolri tersebut menggunakan analogi permainan catur.

"Sehingga ibarat permainan catur, eks Kapolri Sigit adalah benteng dari pemerintahan Prabowo yang dikenal pendiam dan cakap dalam bekerja," ungkap Willy.

Willy juga menyinggung dinamika intelijen dan keamanan nasional yang menurutnya semakin kompleks. Ia berpandangan keberadaan figur yang memiliki pengalaman di bidang keamanan dapat membantu pemerintah menghadapi berbagai potensi persoalan.

"Saya berkeyakinan tanpa eks Kapolri tersebut di dalam pemerintahan Prabowo maka saya bisa pastikan Indonesia akan mengalami pergolakan dan bergejolak, dampaknya bisa mengalami gangguan keamanan nasional," ujar Willy.

 

(Deny Irwanto)