Mobil terbang Tesla Roadster yang diperkenalkan oleh Elon Musk. Foto: Tesla
Elon Musk Pamer ‘Mobil Terbang’ Tesla dengan Teknologi Pendorong Udara
Muhammad Reyhansyah • 16 October 2026 15:24
Texas: Mobil terbang yang selama ini identik dengan fiksi ilmiah kembali menjadi sorotan setelah CEO Tesla Elon Musk memperkenalkan Roadster terbaru yang diklaim mampu melayang dan melakukan manuver di udara.
Mobil sport dua penumpang itu diperlihatkan dalam demonstrasi di fasilitas pengujian SpaceX di Texas, Amerika Serikat (AS), Kamis, 15 Oktober 2026 dengan kemampuan akselerasi yang diklaim mencapai 60 mil per jam dalam waktu kurang dari satu detik.
Musk mengatakan, kemampuan tersebut menandai pengembangan teknologi yang selama ini identik dengan fiksi ilmiah. Namun, kemampuan Roadster untuk benar-benar terbang dalam jarak jauh masih belum terbukti.
Dalam demonstrasi tersebut, mobil menggunakan daya isap di bagian bawah untuk menaiki tanjakan curam dan bertahan dalam posisi terbalik sebelum meluncur dari tanjakan, berputar di udara, lalu mendarat menggunakan semburan udara.

Tidak ada pengemudi di dalam mobil selama pertunjukan berlangsung. Musk mengatakan keputusan tersebut diambil “untuk memastikan kami tidak membunuh siapa pun”.
“Keberhasilan tidak dijamin. Maksud saya sungguh-sungguh. Kemungkinan besar ini akan berhasil, tetapi jika tidak, kami berada pada jarak yang aman,” kata Musk kepada penonton, dikutip dari CNN, Jumat, 16 Oktober 2026.
Dalam demonstrasi berikutnya, Roadster menggunakan teknologi serupa untuk melompati deretan mobil Tesla yang diparkir berdampingan. Semburan udara dari bagian belakang kemudian digunakan untuk mempercepat mobil hingga 60 mil per jam dalam waktu yang diklaim kurang dari satu detik.
Teknologi Pendorong dan Target Produksi
Musk menjelaskan bahwa Roadster menggunakan 10 nosel dan tangki udara bertekanan sangat tinggi untuk menghasilkan daya dorong, baik ketika mobil berada di udara maupun saat berakselerasi di darat.Ia menggambarkan teknologi tersebut sebagai hasil kolaborasi antara perusahaan mobil terbaik di dunia dan perusahaan roket terbaik di dunia.
Musk mengatakan produksi mobil itu akan dimulai pada 2028. Namun, sejumlah target yang pernah diumumkan Musk sepanjang sejarah Tesla sebelumnya tidak tercapai sesuai jadwal dan mengalami penundaan selama beberapa tahun.
Di hadapan para penggemar Tesla, Musk mengatakan demonstrasi langsung diperlukan untuk menunjukkan bahwa teknologi tersebut bukan hasil kecerdasan buatan.
“Kami membutuhkan penonton untuk membuktikan bahwa ini bukan AI atau SI. Jadi, kalian bisa memberi tahu orang-orang bahwa kalian melihatnya dengan mata kepala sendiri, karena apa yang kalian lihat dengan mata sendiri tidak akan kalian percayai,” ujar Musk.
Meski demonstrasi berlangsung sukses, belum jelas apakah Roadster benar-benar mampu terbang seperti pesawat atau hanya melakukan lompatan singkat. Pertunjukan tersebut tidak memperlihatkan kemampuan terbang jarak jauh.
Tantangan Mobil yang Bisa Terbang
Dalam beberapa tahun terakhir, teknologi pesawat listrik yang dapat lepas landas dan mendarat secara vertikal atau electric vertical take-off and landing (eVTOL) mengalami kemajuan.Meski sejumlah model telah berfungsi, pengembangan kendaraan yang sekaligus layak digunakan di jalan raya dan mampu terbang masih menghadapi berbagai kendala teknik.
Roger Connor, kurator bidang penerbangan vertikal di Museum Dirgantara dan Antariksa Nasional Smithsonian, mengatakan kepada CNN bahwa pesawat sangat sensitif terhadap bobot. Sebaliknya, kendaraan darat membutuhkan komponen seperti bumper dan zona remuk untuk melindungi penumpang ketika terjadi benturan.

Menurut Connor, menggabungkan kedua karakteristik tersebut berisiko menghasilkan kendaraan yang kurang optimal sebagai pesawat maupun mobil, sekaligus berharga mahal.
Salah satu kendaraan yang sedang dikembangkan oleh perusahaan rintisan California, Alef, dilaporkan telah mampu terangkat ke udara menggunakan delapan baling-baling, masing-masing empat di bagian depan dan belakang.
Namun, kendaraan itu hanya berbobot 254 pon, jauh lebih ringan dibandingkan Tesla Roadster. Alef juga hanya dirancang membawa satu orang dengan ketentuan berat penumpang harus lebih rendah daripada berat kendaraan.
Terbang Lebih dari Sekadar Melompat
CEO Alef Jim Dukhovny mengatakan kepada CNN sebelum demonstrasi Tesla bahwa dirinya tidak akan terkejut jika Roadster mampu terangkat dari tanah.Meski demikian, ia menilai kemampuan tersebut belum otomatis membuktikan bahwa mobil itu benar-benar bisa terbang.
“Hal itu sepenuhnya memungkinkan,” kata Dukhovny.
Namun, ia menambahkan bahwa tantangan tersulit bagi kendaraan eVTOL adalah peralihan dari gerakan vertikal menuju gerakan maju.
Proses tersebut harus dilakukan dengan sangat hati-hati agar kendaraan tidak kehilangan daya angkat dan tetap stabil.
Connor juga meragukan mobil legal untuk digunakan di jalan raya seperti Roadster dapat terbang ke berbagai tujuan yang diinginkan pemiliknya.
“Kita tidak sedang membicarakan penerbangan berkelanjutan. Yang kita bicarakan sebenarnya adalah lompatan,” pungkas Connor.