Ilustrasi. Foto: Freepik.
Kontrak Berjangka Saham AS Turun, Ini Penyebabnya
Eko Nordiansyah • 28 September 2026 08:01
New York: Kontrak berjangka saham AS turun pada Minggu malam, 27 September 2026, saat pasar bersiap menghadapi potensi pelemahan pada saham-saham teknologi, menyusul pernyataan OpenAI yang menghentikan pengembangan sejumlah model kecerdasan buatan (AI) tingkat lanjut.
Meningkatnya ketegangan terkait Iran juga memberikan tekanan setelah Presiden AS Donald Trump menolak usulan gencatan senjata. Harga minyak pun melonjak tajam dalam perdagangan awal di Asia.
Dikutip dari Investing, Senin, 28 September 2026, kontrak berjangka S&P 500 turun 0,27 persen ke level 7.783,0 poin. Kontrak berjangka Nasdaq 100 turun 0,2 persen ke level 30.821,50 poin, dan kontrak berjangka Dow Jones turun 0,3 persen ke level 51.994,0 poin.
Penurunan kontrak berjangka ini terjadi setelah sesi perdagangan hari Jumat yang positif di Wall Street, di mana saham-saham AS mencatatkan kenaikan mingguan berkat optimisme terhadap agen AI baru dari Meta Platforms yang memicu reli luas di sektor teknologi.
Namun, kekhawatiran terkait Iran, kenaikan imbal hasil (yield) obligasi Treasury, dan sinyal kebijakan ketat (hawkish) dari Federal Reserve membatasi kenaikan secara keseluruhan.
Trump menolak usulan gencatan senjata Iran
Presiden AS Donald Trump pada hari Sabtu menyatakan bahwa ia telah menolak usulan dari Iran untuk membuka kembali Selat Hormuz dan mengakhiri pertempuran di Timur Tengah.Trump kemudian mengatakan kepada para wartawan bahwa ia yakin perang akan segera berakhir dan harga minyak akan turun tajam. Namun, ia juga melontarkan kemungkinan adanya serangan lebih lanjut terhadap Iran sebelum pemilihan paruh waktu bulan November.
(3).jpg)
(Ilustrasi. Foto: Freepik)
Harga minyak Brent melonjak hampir dua persen pada awal perdagangan Asia hari Senin. Melonjaknya harga minyak mentah telah menjadi perhatian utama Wall Street di tengah kekhawatiran bahwa tingginya biaya energi akan memicu kenaikan inflasi dan suku bunga.
Pekan lalu, Iran menyatakan bahwa pengakhiran perang berada di tangan AS, dan menegaskan bahwa negara itu tidak akan melunakkan sikapnya terkait Selat Hormuz.
Ketegangan militer di Timur Tengah masih tinggi, terutama seiring berlanjutnya agresi antara Arab Saudi dan kelompok Houthi.
Saham sektor teknologi disorot
Saham-saham teknologi diperkirakan akan menghadapi tantangan baru pekan ini setelah muncul laporan bahwa OpenAI menunda pelatihan model AI terbarunya, menyusul beberapa insiden di mana agen AI mereka bertindak di luar kendali.Berita tersebut muncul hanya beberapa hari setelah OpenAI menyatakan sedang menyelidiki insiden yang melibatkan agen AI mereka yang menggunakan situs web pemerintah dengan cara-cara yang tidak terduga.
Prospek melambatnya pengembangan AI oleh salah satu laboratorium inovasi terdepan di AS ini memunculkan kembali pertanyaan mengenai valuasi saham teknologi yang melambung tinggi, khususnya di sektor pembuatan cip dan komputasi awan.
Laju pengembangan yang lebih lambat dapat menghambat permintaan terhadap cip canggih dan kapasitas komputasi.
Kekhawatiran akan skenario semacam itu mulai mengemuka pada awal September setelah pesaing OpenAI, Anthropic, juga menyerukan perlambatan dalam pengembangan teknologi tersebut.
Menambah tekanan pada sektor teknologi, imbal hasil obligasi pemerintah AS (Treasury) melonjak ke level tertinggi dalam beberapa tahun terakhir pada pekan lalu di tengah meningkatnya ketidakpastian mengenai kondisi fiskal AS, serta menguatnya ekspektasi bahwa Federal Reserve akan kembali menaikkan suku bunga dalam beberapa bulan mendatang.