Menteri Lingkungan Hidup Jumhur Hidayat. Foto: Antara.
Menteri LH Permudah Izin Ekowisata bagi Pengusaha yang Komit Lestarikan Lingkungan
Haufan Hasyim Salengke • 30 September 2026 09:38
Jakarta: Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup, Moh Jumhur Hidayat, mendorong pemerintah mempermudah izin usaha ekowisata. Namun, kemudahan itu hanya berlaku bagi usaha yang memenuhi ketentuan perlindungan lingkungan.
"Jadi aturan di bawahnya, di daerah turunannya juga harus mempermudah sejauh usaha itu comply atau memenuhi syarat menjaga lingkungan," ujar Jumhur saat menanam pohon di kawasan Ekowisata Dusun Bambu, Kabupaten Bandung Barat, dikutip dari Media Indonesia, Rabu, 30 September 2026.
Menurut Jumhur, pemerintah pusat telah menetapkan aturan mengenai usaha dan perlindungan lingkungan. Pemerintah daerah semestinya tidak membuat aturan turunan yang menghambat usaha yang telah memenuhi persyaratan.
Sebaliknya, usaha yang menggunakan label ekowisata tetapi merusak lingkungan harus ditolak.
"Tapi kalau kegiatannya justru merusak lingkungan dengan dalih ekowisata maka itu tidak boleh," ungkap Jumhur.
Jumhur mengatakan ekowisata harus mampu menggabungkan kegiatan ekonomi dengan pelestarian lingkungan. Menurut dia, usaha wisata membutuhkan perputaran ekonomi agar dapat bertahan.
"Sebab apapun kegiatan di sini bisa hidup kalau ada sirkular ekonomi atau ada ekonomi yang berputar. Sebab kalau tidak ada sirkular ekonomi maka biasanya tidak akan abadi," sebut Jumhur.
Jumhur menjelaskan, Kementerian Lingkungan Hidup telah bekerja sama dengan sejumlah pihak untuk mengatur keterlibatan dunia usaha dalam pemanfaatan keanekaragaman hayati.
Kredit Keanekaragaman Hayati
Jumhur juga menyinggung rencana pengembangan biodiversity credit atau kredit keanekaragaman hayati. Ia mengatakan pemerintah sedang menyosialisasikan skema tersebut sebagai salah satu instrumen yang berkaitan dengan pemanfaatan dan pelestarian keanekaragaman hayati.Kunjungan ke Bandung, kata dia, juga menjadi bagian dari sosialisasi tersebut. Ia berharap Dusun Bambu dapat menjadi contoh pengembangan ekowisata bagi daerah lain.
Jumhur menilai kegiatan ekonomi dan perlindungan lingkungan tidak harus dipertentangkan. Keduanya dapat berjalan jika aktivitas usaha dibangun dengan konsep ekonomi sirkular dan tetap diawasi.
KLH, kata dia, akan memastikan aturan mengenai perlindungan lingkungan dipatuhi. Menurut Jumhur, lingkungan yang terjaga justru menjadi modal bagi kawasan ekowisata untuk menarik pengunjung.

Ilustrasi pariwisata Indonesia. Foto: MI.
Peran Besar Indonesia
Jumhur mengatakan, ia juga membawa pesan dari sejumlah pertemuan dengan pegiat lingkungan di New York, Amerika Serikat, dan London, Inggris. Salah satu pihak yang ditemuinya adalah penasihat Raja Inggris yang membahas keanekaragaman hayati. Menurut Jumhur, mereka mendorong Indonesia mengambil peran lebih besar dalam isu lingkungan."Intinya mereka meminta dan mendorong Indonesia menjadi leader dalam urusan-urusan lingkungan hidup," kata Jumhur.
Jumhur menyebut Indonesia sebagai negara megabiodiversitas. Ia mengatakan kekayaan keanekaragaman hayati di wilayah darat dan laut Indonesia termasuk yang terbesar di dunia.
"Karena itu sangat wajar kalau semua orang di dunia mengharapkan Indonesia menjadi pemimpin di dalam bagaimana memelihara dan mengembangkan biodiversity di dunia," ujar Jumhur.