Ilustrasi.
Transformasi Model Bisnis UMKM, PNM Perkuat Ekosistem dan Skalabilitas Ultra Mikro
1 January 2025 11:16
Jakarta: Sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), khususnya di segmen ultra mikro, tengah menghadapi pergeseran fundamental dalam strategi pengembangan bisnis. PT Permodalan Nasional Madani (PNM) mencatat bahwa keberlanjutan bisnis UMKM saat ini tidak lagi bergantung pada kucuran modal semata, melainkan pada penguatan ekosistem dan literasi manajerial.
Hingga periode 2025, PNM secara agresif mengintegrasikan program pembiayaan dengan modal intelektual guna memutus rantai usaha subsisten usaha yang dijalankan hanya untuk bertahan hidup tanpa perencanaan pertumbuhan.
Mengejar Efisiensi Kolektif Dalam upaya meningkatkan skala ekonomi (economies of scale), PNM menerapkan pendekatan klasterisasi usaha. Sepanjang 2025, sebanyak 539 kegiatan klasterisasi telah digelar dengan melibatkan lebih dari 10.000 pelaku UMKM.
Strategi ini mengelompokkan nasabah berdasarkan kesamaan lini bisnis untuk mendorong efisiensi produksi dan memperkuat daya tawar di pasar.
"Melalui klaster, pelaku UMKM didorong untuk berkolaborasi, bukan berkompetisi di ceruk yang sama. Ini memungkinkan mereka meningkatkan kapasitas produksi secara kolektif dan menembus akses pasar yang lebih luas," kata Sekretaris Perusahaan PNM, L. Dodot Patria Ary.
Memperkuat Fundamental Lewat Literasi Dari sisi manajerial, PNM menyoroti pentingnya literasi keuangan dan digital sebagai fondasi bisnis. Perusahaan mencatat telah menyelenggarakan 66 kegiatan literasi yang menjangkau lebih dari 38.000 nasabah.
Fokus utamanya adalah transformasi tata kelola keuangan, perencanaan bisnis jangka menengah, hingga penetrasi ke ekosistem pasar digital.
Data menunjukkan intervensi ini berdampak langsung pada financial resilience (ketahanan keuangan) pelaku usaha. Merujuk riset BRI Research Institute, masa bertahan keuangan nasabah Mekaar melonjak dari 1-2 minggu menjadi 1-2 bulan.
Peningkatan ini menjadi indikator penting bahwa pelaku UMKM mulai memiliki bantalan kas (cash buffer) yang lebih sehat untuk menghadapi volatilitas pasar.
Ekosistem Kampung Madani Selain penguatan internal, PNM membangun ekosistem pendukung melalui Program Kampung Madani yang kini tersebar di 20 titik secara nasional.
Dengan melibatkan 4.603 warga dan pelaku usaha, program ini bertujuan menciptakan sirkulasi ekonomi lokal yang tertutup dan berkelanjutan, sehingga nilai tambah ekonomi tetap berputar di komunitas tersebut.
Melalui sinergi antara pembiayaan Mekaar dan pendampingan berbasis komunitas, PNM berupaya mencetak pengusaha ultra mikro yang tidak hanya tangguh secara finansial, tetapi juga adaptif terhadap perubahan lanskap bisnis nasional. Upaya ini diharapkan menjadi katalisator bagi pertumbuhan ekonomi nasional yang bermula dari unit usaha terkecil.