Sekretaris Perusahaan PNM, Lalu Dodot Patria Ary.
Pembiayaan Syariah PNM Tembus 73 Persen per Desember 2024
1 January 2025 12:40
Jakarta: PT Permodalan Nasional Madani (PNM) melaporkan bahwa porsi penyaluran pembiayaan berbasis syariah telah mencapai 73 persen dari total portofolio perusahaan per Desember 2024. Angka tersebut dikontribusikan melalui dua program utama, yakni Mekaar Syariah dan Unit Layanan Modal Mikro (ULaMM) Syariah.
Dalam operasionalnya, ULaMM Syariah menerapkan skema berdasarkan fatwa Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia (DSN-MUI). Model pembiayaan yang digunakan didominasi oleh akad murabahah, yakni sistem jual beli dengan transparansi harga perolehan dan margin keuntungan yang disepakati di awal kontrak untuk menghindari unsur riba, maysir, dan gharar.
Sekretaris Perusahaan PNM, Lalu Dodot Patria Ary, menjelaskan bahwa layanan ini mengintegrasikan aspek finansial dengan dukungan teknis. "ULaMM menyediakan pelatihan usaha, jasa konsultasi, serta pendampingan pengelolaan keuangan dan akses pasar bagi nasabah," kata Dodot dalam keterangan resminya.
Integrasi Usaha di Tingkat Mikro Data perusahaan menunjukkan adanya tren pembentukan ekosistem bisnis antar-nasabah di lapangan. Salah satu pola yang tercatat berada di Kopeng, Magelang, di mana nasabah ULaMM mengintegrasikan sektor ritel melalui mini market dengan sektor hulu seperti pembibitan dan sayuran organik.
Dalam praktiknya, usaha mikro tersebut menyerap tenaga kerja dari komunitas nasabah PNM Mekaar lainnya untuk mengelola pertanian dan peternakan ayam petelur. Hasil produksi dari sektor hulu tersebut kemudian disalurkan kembali melalui jaringan ritel lokal (DD Mart), yang secara teknis membentuk rantai pasok sirkular di tingkat pedesaan.
Lalu Dodot menambahkan bahwa pola pendampingan ini diarahkan untuk mendukung ketahanan pangan di tingkat akar rumput. Pihak manajemen menyatakan akan terus melakukan perluasan layanan berbasis syariah seiring dengan meningkatnya proporsi penggunaan akad non-konvensional di sektor ultra mikro dan kecil