Jalan Layang MBZ. Foto: Kementerian PU
Mengenal Sosrobahu, Inovasi Jalan Layang Indonesia yang Digunakan Berbagai Negara
Muhamad Marup • 19 August 2026 17:35
Jakarta: Indonesia memiliki kemampuan melahirkan inovasi-inovasi yang bermanfaat, salah satunya teknologi sosrobahu. Inovasi jalan layang karya anak bangsa itu sudah digunakan di berbagai negara.
Melansir situs resmi Kementerian Pekerjaan Umum (PU), Ir. Tjokorda Raka Sukawati merupakan penemu teknik Landasan Putar Bebas Hambatan (LPBH) atau Sosrobahu. Sebuah mahakarya yang telah mendunia dan telah diterapkan di berbagai proyek jalan layang di dalam dan luar negeri.
Inovasi Sosrobahu bermula pada tahun 1976 ketika Kementerian PUPR akan membangun jalan tol dari Jagorawi ke Tanjung Priok. Rencana awal proyek tersebut akan dikerjakan oleh pihak asing, tetapi keputusan penting memberikan peran perusahaan nasional untuk menyelesaikan proyek.
Pada saat itu, Ir. Tjokorda dipercaya sebagai Ketua Manajemen Proyek. Beliau harus mencari solusi non konvensional sebagai penyelesaian proyek.

Ruas Jalan Layang Sheikh Mohamed Bin Zayed (MBZ). Foto: Istimewa.
Tantangan yang dihadapi adalah teknik bekisting tidak memungkinkan karena akan mengganggu lalu lintas. Sedangkan konstruksi secara segmental akan memakan waktu dan biaya yang lebih besar.
Dalam situasi ini beliau menemukan inovasi Sosrobahu sehingga proyek ini dapat diselesaikan lebih cepat sembilan bulan dengan tetap menjaga kualitas proyek.
Melansir situs resmi Kementerian Pekerjaan Umum (PU), Ir. Tjokorda Raka Sukawati merupakan penemu teknik Landasan Putar Bebas Hambatan (LPBH) atau Sosrobahu. Sebuah mahakarya yang telah mendunia dan telah diterapkan di berbagai proyek jalan layang di dalam dan luar negeri.
Inovasi Sosrobahu bermula pada tahun 1976 ketika Kementerian PUPR akan membangun jalan tol dari Jagorawi ke Tanjung Priok. Rencana awal proyek tersebut akan dikerjakan oleh pihak asing, tetapi keputusan penting memberikan peran perusahaan nasional untuk menyelesaikan proyek.
Pada saat itu, Ir. Tjokorda dipercaya sebagai Ketua Manajemen Proyek. Beliau harus mencari solusi non konvensional sebagai penyelesaian proyek.
(1).jpg)
Ruas Jalan Layang Sheikh Mohamed Bin Zayed (MBZ). Foto: Istimewa.
Tantangan yang dihadapi adalah teknik bekisting tidak memungkinkan karena akan mengganggu lalu lintas. Sedangkan konstruksi secara segmental akan memakan waktu dan biaya yang lebih besar.
Dalam situasi ini beliau menemukan inovasi Sosrobahu sehingga proyek ini dapat diselesaikan lebih cepat sembilan bulan dengan tetap menjaga kualitas proyek.
Karakteristik Sosrobahu
Melansir unggahan Instagram @intracs.official, Sosrobahu adalah teknologi yang memungkinkan balok jalan layang diputar hingga 90 derajat tanpa mengganggu lintasan di bawahnya.
Tekanan hidrolik pada landasan putas akan mengangkat kepala tiang dan bisa diputar pada posisi yang diinginkan. Setelah posisi tepat, tekanan hidrolik dilepas.
Proses pemutaran dilanjutkan ke tiang lainnya yang dilanjutkan dengan penyambungan gelagar beton antar tiang.
Tekanan hidrolik pada landasan putas akan mengangkat kepala tiang dan bisa diputar pada posisi yang diinginkan. Setelah posisi tepat, tekanan hidrolik dilepas.
Proses pemutaran dilanjutkan ke tiang lainnya yang dilanjutkan dengan penyambungan gelagar beton antar tiang.
Digunakan di MBZ dan Berbagai Negara
Penerapan terbaru teknologi Sosrobahu dilakukan pada pembangunan Tol Layang Sheikh Mohammed bin Zayed (MBZ) sepanjang 36 Km yang diresmikan Presiden Joko Widodo pada Desember 2019 lalu. Dalam pembangunannya terdapat 294 pier head dimana 200 buah di antaranya dipasang dengan menggunakan teknologi sosrobahu.
Teknologi Sosrobahu juga telah diterapkan di berbagai negara lain seperti Filipina, Thailand, Malaysia dan Singapura. Di Filipina, teknologi Sosrobahu ini digunakan untuk membuat salah satu jalan layang terpanjang di Metro Manila, yakni Metro Manila Skyway dari Buendia ke Alabang.
Sosrobahu membuktikan bahwa Indonesia memiliki kapasitas menciptakan teknologi yang bermanfaat tidak hanya di dalam negeri, tapi juga luar negeri. Teknologi lain di berbagai sektor harus terus didorong agar Indonesia mampu bersaing dengan negara-negara lain.
Teknologi Sosrobahu juga telah diterapkan di berbagai negara lain seperti Filipina, Thailand, Malaysia dan Singapura. Di Filipina, teknologi Sosrobahu ini digunakan untuk membuat salah satu jalan layang terpanjang di Metro Manila, yakni Metro Manila Skyway dari Buendia ke Alabang.
Sosrobahu membuktikan bahwa Indonesia memiliki kapasitas menciptakan teknologi yang bermanfaat tidak hanya di dalam negeri, tapi juga luar negeri. Teknologi lain di berbagai sektor harus terus didorong agar Indonesia mampu bersaing dengan negara-negara lain.