Danantara Housing Expo 2026 Hadirkan Akses Lebih dari 100 Ribu Hunian, KPR mulai 2,75%

Danantara Housing Expo 2026 digelar NICE, PIK, 27-30 Agustus 2026, menawarkan skema pembiayaan dengan bunga mulai 2,75 persen, uang muka mulai 1 persen, tenor hingga 30 tahun (Foto:Dok.Danantara Indonesia)

Danantara Housing Expo 2026 Hadirkan Akses Lebih dari 100 Ribu Hunian, KPR mulai 2,75%

Patrick Pinaria • 21 August 2026 18:27

Jakarta: Masyarakat yang tengah mencari hunian mendapat kesempatan mengakses beragam pilihan rumah dalam Danantara Housing Expo 2026. Pameran yang digelar Danantara Indonesia pada 27-30 Agustus 2026 di Nusantara International Convention Exhibition (NICE), PIK, ini menawarkan skema pembiayaan dengan bunga mulai 2,75 persen, uang muka mulai 1 persen, serta tenor hingga 30 tahun.

Tak hanya menawarkan kemudahan pembiayaan, pameran tersebut menghadirkan lebih dari 100 ribu unit hunian dari lebih dari 100 developer di berbagai wilayah Indonesia. Pilihan yang tersedia mencakup rumah tapak hingga apartemen untuk segmen MBR maupun non-MBR.

Pengunjung juga dapat memanfaatkan skema pembiayaan dari Himbara dan BSI yang ditawarkan selama Danantara Housing Expo 2026. Skema tersebut memberikan pilihan uang muka dan angsuran yang ringan bagi masyarakat yang ingin memiliki hunian.
 


Danantara Housing Expo 2026 menjadi bagian dari dukungan Danantara Indonesia dan ekosistem BUMN terhadap Program 3 Juta Rumah, yang merupakan salah satu program prioritas pemerintah untuk memperluas ketersediaan hunian yang layak dan terjangkau.

Managing Director Stakeholders Management BPI Danantara, Rohan Hafas, mengatakan penyediaan perumahan membutuhkan kolaborasi yang mampu menghubungkan ketersediaan hunian, akses pembiayaan, dan kebutuhan nyata masyarakat. Karena itu, Danantara Housing Expo hadir untuk menciptakan kolaborasi antara developer BUMN dan swasta, Himbara, dan BSI, serta pelaku industri pendukung.

"Melalui Danantara Housing Expo 2026, kami ingin mendekatkan masyarakat dengan rumah yang mereka impikan dengan menghadirkan pilihan hunian yang beragam, akses pembiayaan yang mudah dan terjangkau, dan ketersediaan informasi properti yang lengkap dalam satu tempat. Inilah bentuk nyata kolaborasi ekosistem BUMN untuk mendukung Program 3 Juta Rumah agar manfaatnya semakin dapat dirasakan masyarakat," ujar Rohan.

Senior Director Sector Specialist Property G Real Estate Danantara Asset Management, Dian Takdir Badrsyah, menjelaskan bahwa kelengkapan informasi menjadi salah satu faktor penting dalam membantu masyarakat memilih hunian. Keputusan membeli rumah perlu mempertimbangkan tidak hanya harga, tetapi juga lokasi, kualitas bangunan, aksesibilitas, fasilitas kawasan, status proyek, dan kemampuan membayar dalam jangka panjang.

"Masyarakat membutuhkan ruang untuk membandingkan pilihan hunian secara lebih menyeluruh dan memahami konsekuensi finansialnya sejak awal. Di Danantara Housing Expo 2026, pengunjung dapat berdiskusi langsung dengan pengembang dan perbankan, mempelajari proyek yang diminati, serta menghitung skema pembiayaan yang sesuai. Kami ingin membantu masyarakat mengambil keputusan berdasarkan informasi yang jelas dan pertimbangan yang matang," kata Dian.
 
Selain menawarkan informasi dan pilihan pembiayaan hunian, Danantara Housing Expo 2026 dikemas sebagai perhelatan keluarga selama empat hari. Sejumlah musisi nasional, antara lain Project Pop dan Juicy Luicy, akan tampil untuk menghibur pengunjung.

Beragam hadiah juga disiapkan bagi pengunjung sesuai dengan ketentuan program yang berlaku. Hadiah yang ditawarkan mulai dari tiket liburan, logam mulia, mobil, apartemen, hingga rumah.

Informasi mengenai proyek yang berpartisipasi dalam pameran dapat diakses melalui DanantaraHousingExpo.id. Platform tersebut memuat informasi mengenai lokasi, spesifikasi unit, kisaran harga, serta fasilitas penyampaian minat pembelian atau expression of interest secara daring.

Melalui Danantara Housing Expo 2026, Danantara Indonesia mendorong optimalisasi kekuatan ekosistem BUMN untuk menjawab kebutuhan masyarakat secara lebih terintegrasi. Kolaborasi sektor properti, perbankan, konstruksi, energi, transportasi, dan industri pendukung diharapkan dapat memperluas kesempatan masyarakat memiliki rumah sekaligus memberikan dampak berganda terhadap kegiatan ekonomi dan penciptaan lapangan kerja.

(Rosa Anggreati)