Ilustrasi. Foto: dok MI.
Harpitnas, IHSG di Level 6.505 Pagi Ini
Husen Miftahudin • 24 August 2026 09:46
Jakarta: Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada pagi ini mengalami penurunan setelah sempat naik di awal pembukaan. Pada pembukaan perdagangan hari ini, Senin, 24 Agustus 2026, IHSG berada di posisi 6.544,002.
Mengacu data RTI yang terekam hingga pukul 09.37 WIB, IHSG sempat naik sebelum akhirnya turun sebesar 19,897 poin setara 0,30 persen ke level 6.505,793.
Pada perdagangan Hari Kejepit Nasional (Harpitnas) pagi ini, sebanyak 329 saham emiten melemah. Sementara, 231 saham lainnya menguat dan 176 saham stagnan.
Untuk sementara, total transaksi yang tercatat hingga pukul 09.37 WIB sebanyak Rp4,106 triliun dengan total saham yang diperdagangkan 11,984 miliar saham.
.jpg)
(Grafik pergerakan saham pada IHSG. Foto: Medcom.id)
IHSG berpotensi lanjut menguat
Head of Retail Research BNI Sekuritas Fanny Suherman memprediksi IHSG pada perdagangan hari ini berpotensi lanjut menguat, efek dari penguatan di bursa saham Amerika Serikat (AS). "Diperkirakan support IHSG 6.480-6.500 dan resist IHSG 6.600-6.700," jelas Fanny dalam risetnya.
Adapun, indeks utama Wall Street ditutup menguat pada perdagangan Jumat, 21 Agustus 2026, namun mencatat penurunan dalam sepekan. Kekhawatiran investor terhadap fluktuasi yield obligasi pemerintah dan kurangnya kejelasan mengenai perkembangan situasi di Timur Tengah mewarnai laju gerak indeks pekan lalu. Indeks Dow Jones Industrial Average menguat 0,98 persen; S&P 500 naik 0,43 persen; dan Nasdaq Composite menguat 0,44 persen.
Di sisi lain, Bursa Asia beragam pada perdagangan Jumat pekan lalu, 21 Agustus 2026, dengan mayoritas indeks naik. Indeks Nikkei 225 Jepang turun 0,30 persen, Hang Seng Hong Kong menguat 1,21 persen, Taiex Taiwan naik 0,65 persen, Kospi Korea Selatan naik 0,88 persen, ASX 200 Australia melemah 0,27 persen. Sementara itu, Straits Times naik 0,30 persen dan FTSE Malaysia turun moderat 0,01 persen.
Sementara itu, di perdagangan sebelumnya, 21 Agustus 2026, IHSG ditutup naik 0,37 persen, disertai dengan net buy asing sebesar Rp993 miliar. Saham yang paling banyak dibeli asing adalah BBRI, BBCA, BMRI, TPIA, dan BBNI.