6 Helikopter Ambulans Udara Disiapkan untuk Daerah Terisolasi Pascagempa NTT

Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin (kanan). Foto: Antara.

6 Helikopter Ambulans Udara Disiapkan untuk Daerah Terisolasi Pascagempa NTT

Anggi Tondi Martaon • 21 August 2026 09:11

Jakarta: Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menyiapkan enam helikopter yang berfungsi sebagai ambulans udara untuk membantu para pasien. Utamanya, untuk keperluan gawat darurat di daerah-daerah yang terisolasi.

"Ada 6 helikopter yang pulang pergi, helikopter datang bisa bawa dokternya, karena terisolasi kan mereka, lalu pulang bawa pasiennya, langsung dibawa ke rumah sakit bisa dioperasi," kata Menteri Kesehatan (Menkes), Budi Gunadi Sadikin, dikutip dari Antara, Kamis, 20 Agustus 2026.

Budi mencontohkan pengalaman menangani korban gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT) yang banyak menderita patah tulang dan harus dirawat cepat. Oleh karena itu, Kemenkes terus berkoordinasi dengan Basarnas, Kapolri dan TNI guna memobilisasi dokter serta membawa pasien ke rumah sakit.

"Sepanjang perjalanan itu harus dirawat cepat kan, kalau enggak bisa, jadi infeksi, segala macam penyakit keluar dari sana. Padahal, di rumah sakitnya bisa 5 sampai 6 jam. Jadi, kita bekerja sama dengan Basarnas, Polri dan TNI," ungkap Budi.

Kemenkes juga secara khusus membangun dua rumah sakit mobile atau rumah sakit lapangan di NTT. Fasilitas tersebut bisa melakukan tindakan medis operasi secara langsung.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menjenguk pasien yang mengalami patah tulang akibat gempa Nusa Tenggara Timur (NTT). ANTARA/HO - Kemenkes

Secara umum, Menkes menjelaskan khusus untuk ambulans udara akan dioperasikan apabila terjadi masalah-masalah gawat darurat medis atau emergency. Fasilitas tersebut diutamakan menjangkau daerah terdepan, tertinggal, dan terluar (3T).

"Sudah jalan juga kan di Papua, sering dipakai juga ambulans udara ini, nanti akan kita rapikan, memang tidak semua lokasi membutuhkan, tetapi lokasi-lokasi yang remote dan membutuhkan emergency layanan kesehatan dan jauh dari rumah sakit, perlu kita fasilitasi," ujar Budi.

(Anggi Tondi)