Ilustrasi kekeringan. Foto: Dok. MGN.
BMKG: 2 Wilayah di Bima 2 Bulan Tanpa Hujan
Lukman Diah Sari • 20 July 2026 20:38
Mataram: Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan dua wilayah di Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB) telah mengalami lebih dari dua bulan tanpa hujan. Prakirawan Stasiun Klimatologi NTB, Nindya Kirana, mengatakan Kecamatan Belo dan Kecamatan Bolo di Kabupaten Bima masuk ke dalam kategori kekeringan ekstrem akibat musim kemarau.
"Dua wilayah itu mengalami hari tanpa hujan terpanjang selama 63 hari," ujarnya di Mataram, Senin, 20 Juli 2026, melansir Antara.
Pada dasarian II Juli 2026, BMKG mencatat curah hujan di Nusa Tenggara Barat didominasi kategori rendah rentang 0 sampai 10 milimeter per dasarian. Curah hujan tertinggi tercatat di Pos Hujan Pringgasela (Kabupaten Lombok Timur) sebesar 50 milimeter per dasarian.
IOD berada dalam kategori netral dengan indeks minus 0,217 dan berpeluang beralih menuju positif mulai September hingga Desember 2026. Anomali SST di wilayah Nino3.4 menunjukkan ENSO berada pada kategori El Nino dengan indeks +1.47.

Peta peringatan dini kekeringan meteorologis di Nusa Tenggara Barat, pada dasarian III Juli 2026. ANTARA/HO-BMKG
BMKG memprediksi El Nino tahun ini segera mencapai level kuat. Masyarakat diimbau agar menggunakan air secara bijak guna mengantisipasi krisis air bersih.
Pada dasarian III Juli atau periode 21 sampai 31 Juli 2026, BMKG memprakirakan peluang hujan sangat kecil hanya kurang dari 10 persen hingga 20 persen di Pulau Lombok. Sementara di Pulau Sumbawa, peluang hujan lebih dari 20 milimeter per dasarian berkisar 10 sampai 60 persen, terutama di wilayah bagian selatan.
"Kami imbau masyarakat untuk sangat waspada terhadap potensi kebakaran hutan, lahan, maupun pemukiman dengan tidak melakukan pembakaran sampah sembarangan atau meninggalkan sumber api tanpa pengawasan," pungkas Nindya.