Gunung Ibu menyemburkan abu vulkanik setinggi hingga 600 meter dari atas puncak gunung, Jumat (26/12/2025). ANTARA/HO-PGA Gunung Ibu
Gunung Ibu di Halmahera Erupsi, Abu Vulkanik Mengarah ke Barat Laut
Lukman Diah Sari • 19 May 2026 11:21
Jakarta: Gunung Ibu di Pulau Halmahera, Maluku Utara, kembali erupsi dengan melontarkan kolom abu vulkanik setinggi kurang lebih 800 meter di atas puncak. Erupsi gunung api setinggi 2.125 meter di atas permukaan laut (mdpl) itu terjadi pukul 09.24 WIT, Selasa, 19 Mei 2026.
"Kolom abu teramati berwarna kelabu dengan intensitas tebal condong ke arah barat laut," ujar Kepala Badan Geologi, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Lana Saria, melansir Antara, Selasa, 19 Mei 2026.
Seiring dengan penetapan status tersebut, Lana menyebutkan bahwa Badan Geologi merekomendasikan masyarakat di sekitar gunung maupun pengunjung tidak melakukan aktivitas di dalam radius dua kilometer dari kawah aktif.
Selain itu, larangan aktivitas juga berlaku pada perluasan sektoral berjarak 3,5 kilometer ke arah bukaan kawah di bagian utara dari kawah aktif Gunung Ibu.
Lana mengimbau masyarakat untuk menggunakan pelindung hidung, mulut (masker), dan pelindung mata (kacamata) apabila beraktivitas di luar rumah saat terjadi hujan abu vulkanik untuk mengantisipasi gangguan kesehatan.

Dokumentasi letusan Gunung Ibu dengan tinggi kolom 1.500 meter pada pukul 15:44 WIT teramati dari Pos Pengamatan Gunung Ibu yang berada di Kabupaten Halmahera Barat, Maluku Utara pada Kamis (16/1). Sumber Foto : Pusdatinkom BNPB
Badan Geologi juga meminta seluruh pihak untuk menjaga kondusivitas suasana di masyarakat dengan tidak menyebarkan narasi bohong serta tidak terpancing oleh isu-isu yang tidak jelas sumbernya terkait aktivitas vulkanik tersebut.
Pemerintah Kabupaten Halmahera Barat diharapkan senantiasa berkoordinasi dengan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) atau Pos Pengamatan Gunung Ibu di Gam Ici untuk mendapatkan data terkini.
Sementara itu, masyarakat Pulau Halmahera diminta untuk terus memantau perkembangan aktivitas gunung api ini secara berkala melalui aplikasi Magma Indonesia resmi milik pemerintah.