Rusia Tunggu Kebutuhan Spesifik Indonesia untuk Realisasikan Impor Minyak

Duta Besar Rusia untuk Indonesia Sergei Tolchenov dalam konferensi pers di kediamannya di Jakarta, Rabu, 24 Juni 2026. (Metrotvnews.com)

Rusia Tunggu Kebutuhan Spesifik Indonesia untuk Realisasikan Impor Minyak

Muhammad Reyhansyah • 24 June 2026 15:23

Jakarta: Duta Besar Rusia untuk Indonesia Sergei Tolchenov mengatakan peluang kerja sama minyak dan gas antara Rusia dan Indonesia tetap terbuka, namun realisasinya masih menunggu permintaan konkret dari pihak Indonesia terkait kebutuhan energi yang diperlukan.

Menurut Dubes Tolchenov, Rusia siap membahas berbagai kemungkinan pasokan energi apabila Indonesia telah menyampaikan kebutuhan spesifik, mulai dari jenis minyak mentah, volume yang dibutuhkan, hingga mekanisme pengiriman dan pembayaran.

"Apakah Rusia bisa mengekspor minyak dan gas ke Indonesia? Ya, tentu bisa. Tetapi di mana permintaannya?" kata Dubes Tolchenov dalam konferensi pers di kediamannya, Jakarta, Selasa, 24 Juni 2026.

Ia menjelaskan kerja sama minyak dan gas pada dasarnya merupakan transaksi bisnis antarpelaku usaha atau business-to-business (B2B), sehingga memerlukan rincian teknis yang jelas sebelum dapat ditindaklanjuti menjadi kontrak komersial.

Menurut dia, hingga saat ini belum ada informasi mengenai kebutuhan spesifik yang disampaikan pihak Indonesia kepada Rusia.

"Kami perlu mengetahui jenis minyak apa yang dibutuhkan, berapa volumenya, pelabuhan mana yang akan digunakan, bagaimana mekanisme pembayarannya, dan harga seperti apa yang diharapkan. Jika ada permintaan yang spesifik, maka akan ada jawaban yang spesifik pula," ujarnya.

Rusia Tunggu Permintaan Konkret Indonesia

Dubes Tolchenov mengungkapkan Indonesia baru-baru ini telah menunjuk Lembaga Minyak dan Gas Bumi (Lemigas) sebagai counterpart atau focal point dalam pembahasan potensi kerja sama energi dengan Rusia.

Namun demikian, ia mengatakan hingga kini belum ada komunikasi langsung yang dilakukan dengan lembaga tersebut terkait kemungkinan pasokan minyak dan gas Rusia ke Indonesia.

"Sekarang counterpart Rusia nantinya adalah Lemigas. Tetapi sampai saat ini saya belum bertemu dengan siapa pun dari lembaga tersebut dan tidak ada pejabat Rusia lain di Jakarta yang juga telah bertemu mereka," katanya.

Ia menegaskan Rusia tetap terbuka untuk membahas berbagai peluang kerja sama energi apabila terdapat ketertarikan dari pihak Indonesia. Menurut Tolchenov, pembicaraan teknis yang lebih rinci akan menjadi langkah awal sebelum kedua pihak dapat masuk ke tahap negosiasi kontrak.

Impor Minyak Rusia Tetap Berjalan

Sebelumnya, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menegaskan rencana impor minyak mentah dari Rusia tetap berlanjut meskipun ketegangan di Timur Tengah mulai mereda dan Selat Hormuz direncanakan kembali dibuka.

Juru Bicara Kementerian ESDM Dwi Anggia mengatakan langkah tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah memperkuat ketahanan energi nasional sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto.

"Arahan Presiden jelas untuk tetap memperkuat cadangan energi nasional kita dengan beragam cara, termasuk salah satunya adalah impor crude dari Rusia. Ini masih tetap akan berjalan, masih tetap dalam proses," kata Dwi dalam jumpa pers di Jakarta, dilansir dari Antara.

Menurut Dwi, pemerintah telah menunjuk Balai Besar Pengujian Minyak dan Gas Bumi (BBPMGB) Lemigas sebagai salah satu badan yang diberikan kewenangan untuk melakukan impor minyak guna mendukung ketahanan energi nasional.

Langkah tersebut merupakan bagian dari realisasi komitmen impor minyak sebesar 150 juta barel dari Rusia yang akan dilakukan secara bertahap hingga akhir 2026, hasil pembahasan antara Presiden Prabowo Subianto dan pemerintah Rusia.

Baca juga:  RI Tetap Impor Minyak dari Rusia Meski Selat Hormuz Akan Dibuka

(Willy Haryono)