Nakhoda Baru BEI Bidik Bursa Indonesia Tembus 10 Besar Global

Ilustrasi Gedung BEI. Foto: dok MI.

Nakhoda Baru BEI Bidik Bursa Indonesia Tembus 10 Besar Global

Ade Hapsari Lestarini • 29 June 2026 19:59

Jakarta: Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) PT Bursa Efek Indonesia (BEI) menetapkan jajaran direksi baru untuk masa bakti 2026-2030. Direksi baru menargetkan BEI masuk dalam 10 besar bursa saham dunia berdasarkan kapitalisasi pasar maupun nilai transaksi harian.

Direktur Utama BEI terpilih periode 2026-2030 Jeffrey Hendrik mengatakan target tersebut menjadi arah pengembangan BEI dalam beberapa tahun ke depan.

"Bagaimana kita bisa membawa Bursa Efek Indonesia menjadi di antara 10 bursa besar di dunia, baik berdasarkan kapitalisasi pasar dan atau nilai transaksi. Yang pada hari ini kita ada di posisi ke-19 dan ke-17 untuk masing-masing ukuran tersebut," ujar Jeffrey dalam konferensi pers seusai menggelar RUPST di Jakarta, dilansir Antara, Senin, 29 Juni 2026.
 

Berikut susunan direksi BEI periode 2026-2030:

  1. Direktur Utama: Jeffrey Hendrik.
  2. Direktur Penilaian Perusahaan: Saidu Solihin.
  3. Direktur Perdagangan dan Pengaturan Anggota Bursa: Irvan Susandy??????????????.
  4. Direktur Pengawasan Transaksi dan Kepatuhan: Yulianto Aji Sadono???????.
  5. Direktur Teknologi Informasi dan Manajemen Risiko: Abdul Munim???????.
  6. Direktur Pengembangan: Iding Pardi.???????
  7. Direktur Keuangan, Sumber Daya Manusia dan Umum: Umi Kulsum???????.


Ilustrasi. Foto: Metrotvnews.com.
 
Selain menetapkan susunan direksi, RUPST juga menyetujui laporan tahunan perseroan, termasuk laporan tugas pengawasan dewan komisaris dan laporan keuangan tahun buku 2025.

Pemegang saham turut menyetujui penunjukan akuntan publik untuk tahun buku 2026, penetapan remunerasi direksi periode 2026-2030, serta pemberian uang jasa pengabdian bagi anggota direksi yang telah berakhir masa jabatannya.

"Melalui keputusan tersebut, BEI menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat integritas, daya saing, dan keberlanjutan pasar modal Indonesia, sekaligus mempercepat transformasi menuju bursa yang semakin modern, inklusif, dan berdaya saing global," ujar Jeffrey.

BEI menyelenggarakan RUPST 2026 secara hybrid pada Senin, 29 Juni 2026, yang dihadiri oleh 90 pemegang saham atau 100 persen dari jumlah pemegang saham yang memiliki hak suara.

Sebelumnya, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah menetapkan nama-nama calon Anggota Direksi BEI periode 2026 sampai 2030, yang akan dimintakan persetujuan dalam RUPST Tahun 2026 yang dijadwalkan pada 29 Juni 2026. ???????Adapun, penetapan tersebut memperhatikan ketentuan pada Pasal 16 Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (PPJK) Nomor 58/POJK.04/2016 tentang Direksi dan Dewan Komisaris Bursa Efek (POJK 58/2016).

(Ade Hapsari Lestarini)