Setidaknya 40 Orang Dilaporkan Tewas dalam Serangan AS di Venezuela

Serangan di Caracas, Venezuela. (via Telesur)

Setidaknya 40 Orang Dilaporkan Tewas dalam Serangan AS di Venezuela

Riza Aslam Khaeron • 4 January 2026 11:18

Caracas: Sedikitnya 40 orang dilaporkan tewas dalam serangan Amerika Serikat ke Venezuela pada Sabtu, 3 Januari 2026 dini hari, termasuk personel militer dan warga sipil. Melansir The New York Times, angka tersebut disampaikan oleh seorang pejabat senior Venezuela yang berbicara dengan syarat anonim karena mengacu pada laporan awal.

Serangan terjadi bersamaan dengan klaim Presiden Amerika Serikat Donald Trump bahwa AS melancarkan operasi berskala besar di Venezuela. Dalam wawancara di Fox News, Trump mengatakan tidak ada tentara Amerika yang tewas, meskipun ia mengisyaratkan ada kemungkinan personel militer terluka.

Pada hari yang sama, Jenderal Dan Caine, Ketua Kepala Staf Gabungan AS, mengatakan helikopter-helikopter Amerika yang bergerak untuk mengevakuasi Presiden Venezuela Nicolas Maduro dan istrinya sempat ditembaki. Ia menyebut salah satu helikopter terkena tembakan tetapi "masih bisa terbang", dan semua pesawat AS "berhasil kembali".

Di luar jumlah korban secara keseluruhan, rincian dampak pada permukiman sipil juga mulai terungkap tak lama setelah serangan.

Di Catia La Mar—kawasan pesisir berpendapatan rendah di sebelah barat Bandara Caracas—sebuah serangan udara menghantam kompleks apartemen sipil tiga lantai dan merobohkan dinding bagian luar pada Sabtu dini hari saat pasukan AS menyerbu kota.
 

Baca Juga:
Sekjen PBB Sebut Aksi Militer AS di Venezuela Preseden Berbahaya

Serangan tersebut menewaskan warga Caracas Rosa González (80), menurut keterangan keluarganya, dan menyebabkan satu orang lainnya luka berat. Pada Sabtu sore, seorang penyidik pemerintah terlihat berada di lokasi, mewawancarai saksi dan mengumpulkan proyektil.

Wilman González, keponakan Rosa, mengatakan ia sempat menunduk saat mendengar ledakan sekitar pukul 02.00 waktu setempat, namun nyaris kehilangan mata. Ia mengalami tiga jahitan di sisi wajah. Beberapa jam kemudian, ia menunjukkan kepada jurnalis titik jatuhnya amunisi AS. Saat ditanya ke mana ia akan pergi setelah kehilangan rumahnya, ia menjawab singkat, "Saya tidak tahu."

Warga sekitar menyebut banyak penghuni berkumpul di luar pada Sabtu siang, sementara sebagian lainnya menyisir reruntuhan mencari barang-barang yang masih bisa diselamatkan. Sebagian berdoa, sebagian lagi meluapkan kemarahan. Seorang tetangga bernama Jorge (70) mengatakan ia kehilangan segalanya dalam serangan itu.

Menurut kesaksian warga, empat pria sempat mencoba menyelamatkan Rosa González setelah ledakan. Mereka membawanya dengan sepeda motor ke rumah sakit, namun ia dinyatakan meninggal setibanya di sana. Seorang perempuan lain juga dibawa ke rumah sakit dan dinyatakan selamat meski dalam kondisi kritis.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Willy Haryono)