Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman. Istimewa
Soal Keterlambatan Distribusi Pupuk Subsidi, Mentan Pastikan bakal Tindak Jika Terbukti
Achmad Zulfikar Fazli • 31 December 2025 19:19
Jakarta: Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman merespons cepat terhadap laporan keterlambatan distribusi pupuk subsidi. Mentan meminta jajarannya segera mencatat serta menindaklanjuti distributor yang diduga bermasalah.
Hal ini disampaikan Amran usai menerima laporan dari wartawan soal keterlambatan distribusi pupuk subsidi saat doorstop usai Rapat Koordinasi Terbatas (Rakortas) Penetapan Cadangan Pangan Pemerintah (CPP) Tahun 2026 di Kemenko Pangan, Jakarta Pusat, Senin, 29 Desember 2025.
“Tunjuk tempatnya mana, aku cabut izinnya,” kata Mentan Amran, Jakarta, dilansir pada Rabu, 31 Desember 2025
Mentan Amran langsung meminta lokasi diperjelas dan identitas distributor dicatat agar penindakan dapat dilakukan secara tepat dan adil.
“Ambil catatan. Ini izinnya dicabut. Sebut desa apa, distributornya siapa. Lengkap, supaya bisa kita tindak,” ujar Mentan di hadapan wartawan.
Dia menegaskan Kementerian Pertanian (Kementan) tidak akan menoleransi distributor pupuk subsidi yang menghambat hak petani. Terlebih, pemerintah tengah berupaya menjaga produksi pangan nasional.
“Kasihan petani kalau pupuk terlambat. Kalau ada yang main-main, kita tindak tegas,” kata Mentan.
Baca Juga:
Wamentan Sudaryono Pastikan Pemulihan Sektor Pertanian Pascabencana di Sumatra |
Mentan menegaskan pengawasan distribusi pupuk subsidi akan terus diperketat, dan seluruh laporan dari lapangan, termasuk dari Lapor Pak Amran maupun dari media massa yang akan dijadikan dasar untuk tindakan cepat.
Berdasarkan kanal ’Lapor Pak Amran’, Mentan Amran telah menindak ratusan pengecer dan distributor yang menjual pupuk bersubsidi tidak sesuai dengan harga yang telah ditetapkan.
Langkah responsif tersebut menegaskan komitmen Kementerian Pertanian dalam memastikan pupuk subsidi benar-benar sampai ke tangan petani tepat waktu, sebagai bagian dari upaya menjaga produktivitas pertanian dan ketahanan pangan nasional.