Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya. Foto: YouTube Setkab.
Presiden Prabowo Bangun 1.582 Kapal Nelayan, Serap 600 Ribu Tenaga Kerja
Ade Hapsari Lestarini • 22 January 2026 10:06
London: Pertemuan Presiden Prabowo Subianto dengan Perdana Menteri (PM) Inggris Keir Starmer menghasilkan tiga kesepakatan. Pertama, komitmen investasi sebesar 4 miliar poundsterling atau setara Rp90,7 triliun (kurs Rp22.687 per poundsterling).
"Kemudian yang kedua ada kerja sama maritim. Ketiga ada kerja sama dalam pembangunan 1.582 kapal. Kapal nelayan," ungkap Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya, dikutip dari laman YouTube Sekretariat Presiden, Kamis, 22 Januari 2026.
Teddy mengatakan, berdasarkan Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono, pembangunan kapal nelayan ini akan memperkerjakan sekitar 600 ribu orang.
"Kenapa? Karena nanti diproduksinya, dirakitnya di Indonesia. Jadi 30 ribu sendiri itu untuk awak kapalnya. Kemudian 400 ribu untuk yang memproduksinya. Kemudian nanti ada 170 ribu itu multiplier efeknya di luar dari yang berkaitan langsung," jelas Teddy.

Ilustrasi kapal nelayan. Foto: dok MI/Solmi.
Indonesia bangun 1.500 kapal tangkap ikan
Pemerintah Inggris berkomitmen mendukung rencana Indonesia dalam membangun 1.500 kapal tangkap ikan. Kesepakatan ini menjadi salah satu poin krusial dalam pertemuan bilateral antara Prabowo dan PM Inggris Keir Starmer di 10 Downing Street, London.
"(Kerja sama) di bidang maritim, mereka (Inggris) akan dukung rencana kita membangun 1.500 kapal ikan, karena kita mau besar-besaran investasi itu," kata Presiden Prabowo menjawab pertanyaan wartawan di Lancaster House, London, dilansir dari Antara, Selasa sore waktu setempat, 20 Januari 2026.
Presiden menekankan sebagai negara kepulauan dengan 3/4 wilayah berupa lautan, kehadiran kapal-kapal mumpuni sangat mendesak untuk memenuhi kebutuhan nelayan. Menurutnya, pemenuhan armada ini akan berdampak langsung pada peningkatan hasil tangkapan boga bahari dan tingkat konsumsi protein masyarakat Indonesia.
"Kita mau perbaiki desa-desa nelayan kita. Kita ingin meningkatkan kualitas hidup para nelayan. Kita ingin meningkatkan konsumsi protein rakyat. Jadi, (kerja sama maritim dengan Inggris) ini sangat strategis bagi kita. Ini akan mempercepat pertumbuhan dan kemajuan ekonomi kita khususnya di bidang maritim," jelas Prabowo.