Ilustrasi. Dok Metro TV
Aturan Baru Ramadan di Arab Saudi: Dilarang Rekam dan Live dalam Masjid
Arga Sumantri • 23 January 2026 10:08
Jakarta: Pemerintah Arab Saudi telah menetapkan peraturan baru selama Ramadan dengan tujuan menjaga kelancaran salat, kebersihan tempat, dan mengurangi gangguan selama bulan puasa. Aturan ini mencakup salat tarawih, tahajud, dan panduan untuk berbuka puasa, serta etika dasar di masjid.
Seluruh aturan baru ini berlaku di masjid-masjid yang tersebar di Arab Saudi demi menjaga kekhusyukan, keteraturan, serta keamanan ibadah selama ramadan. Surat edaran yang dikeluarkan menjelang ramadan ini berlaku untuk imam, muadzin, dan pekerja masjid.
Aturan utama selama Ramadan di dalam masjid
Melansir Gulf News, surat edaran tersebut menyebutkan masjid-masjid harus mengikuti waktu salat Umm Al Qura. Pemerintah Arab menyebutkan agar azan salat Isya dikumandangkan dengan jeda waktu 15 menit sebelum salat berjamaah. Aturan ini juga berlaku untuk salat Subuh. Selama sepuluh malam terakhir, salat Tahajud harus selesai sebelum waktu subuh dan tidak boleh membuat jamaah merasa kelelahan.Kehadiran petugas juga diperketat. Petugas hanya boleh tidak hadir saat keadaan darurat dan dengan persetujuan.
Pemerintah Arab juga menyebutkan doa Qunut tetap singkat dan sederhana. Lalu, iktikaf harus melalui pendaftaran dan pengecekan, termasuk persetujuan untuk warga luar Saudi.

Ilustrasi. Dok Kemenag.
Dilarang merekam hingga penggalangan dana
Merekam dan siaran langsung di dalam masjid dilarang, terutama jika merekam aktivitas jamaah dan imam. Hal ini akan mengganggu kenyamanan dan kekhusyukan pada jamaah yang berada di masjid.Mengemis di area masjid tak diperbolehkan. Termasuk, segala bentuk kegiatan pengumpulan dana uang tunai untuk kegiatan buka puasa di dalam masjid. Selanjutnya, makanan berbuka puasa dianjurkan disimpan di area yang telah ditentukan, serta pembersihan harus segera dilakukan setelah selesai berbuka.
Aturan untuk meningkatkan pengawasan terhadap masjid juga dilakukan. Pengawasan ini berfokus pada kebersihan, pemeliharaan fasilitas, serta pengaturan area shalat, termasuk ruang yang diperuntukkan bagi perempuan.
Pemerintah Arab Saudi menekankan semua kebijakan ini ditujukan untuk menciptakan suasana Ramadan yang aman, teratur, dan penuh penghayatan. Aturan-aturan baru ini juga bertujuan untuk memastikan masjid-masjid siap menerima peningkatan jumlah jemaah yang beribadah sepanjang bulan suci tersebut.
(Jessica Nur Faddilah)
Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow akun Google News Metrotvnews.com