Warga Kudus korban banjir di pengungsian. Metrotvnews.com/ Rhobi Shani.
Dua Pekan Kudus Terendam Banjir, 2.011 Jiwa Masih Mengungsi
Rhobi Shani • 23 January 2026 15:46
Kudus: Banjir yang melanda Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, telah berlangsung selama dua pekan. Cuaca ekstrem disertai hujan deras membuat genangan air masih bertahan di sejumlah wilayah, sehingga 2.011 jiwa hingga kini masih mengungsi.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kudus mencatat, hingga Jumat, 23 Januari 2026, para pengungsi tersebar di sembilan lokasi pengungsian di berbagai kecamatan. Meski banjir di beberapa titik mulai berangsur surut, total warga terdampak masih mencapai 13.995 jiwa dari 4.606 kepala keluarga (KK).
BPBD merinci lokasi pengungsian tersebut antara lain berada di Puskesmas Pembantu Desa Tanjungkarang yang menampung 4 KK atau 11 jiwa. SD Negeri 1 Payaman menampung 78 KK atau 215 jiwa, serta Balai Desa Gulang yang menampung 81 KK atau 216 jiwa.

Warga Kudus korban banjir di pengungsian. Metrotvnews.com/ Rhobi Shani.
Selain itu, Gedung Muslimat NU Loram Kulon menampung 163 KK atau 434 jiwa. Balai Desa Jepangpakis menampung 1 KK atau 5 jiwa, sementara Aula DPRD Kudus menjadi lokasi pengungsian terbesar dengan 366 KK atau 916 jiwa.
Pengungsian lainnya berada di Balai Desa Karangrowo yang menampung 47 KK atau 104 jiwa, gedung PDC PDIP Kudus menampung 44 KK atau 92 jiwa, serta gedung PAN Kudus yang menampung 7 KK atau 18 jiwa.
Sejumlah wilayah yang sebelumnya terdampak banjir kini mulai surut, di antaranya di Kecamatan Mejobo meliputi Desa Kesambi, Jojo, Sawah, Golantepus, Temulus, Tanjungrejo, dan Hadipolo.
Baca Juga :
Banjir Rendam Ribuan Hektare Sawah di Karawang
Bupati Kudus Sam’ani Intakoris mengatakan cuaca ekstrem masih melanda wilayah Kota Kretek sehingga banjir belum sepenuhnya surut.
"Ini cuacanya ekstrem. Hari ini masih hujan deras," ujar Sam’ani, Jumat, 23 Januari 2026.
Sam’ani memastikan kebutuhan dasar warga di lokasi pengungsian, mulai dari makanan hingga perlengkapan, tetap terpenuhi. Pemerintah daerah juga mengaktifkan kembali pompa air untuk mempercepat surutnya genangan banjir.
"Ada pompa-pompa kita aktifkan lagi. Pintu air sudah kita antisipasi agar bisa mengalirkan air ke sungai besar," ungkap Sam’ani.