Kapal Kargo Touska milik Iran yang disita Amerika Serikat. (Marine Traffic/ Hans Rosenkranz)
Kapal Iran yang Disita AS di Teluk Oman Angkut Bahan Baku Medis Vital
Willy Haryono • 25 April 2026 09:01
Teheran: Masyarakat Bulan Sabit Merah Iran mengatakan bahwa sebuah kapal komersial yang disita pasukan Amerika Serikat di dekat garis pantai Iran di Laut Oman tengah membawa bahan baku vital untuk kebutuhan medis pasien dialisis ginjal.
Lembaga tersebut memperingatkan bahwa gangguan terhadap pengiriman logistik ini dapat mengancam nyawa para pasien.
AS mencegat dan menyita kapal tersebut pada hari Minggu lalu dalam sebuah tindakan yang disebut Iran sebagai aksi pembajakan. Personel militer AS menaiki kapal tersebut dan menonaktifkan sistem navigasinya.
Dalam pernyataan resminya, Bulan Sabit Merah Iran menyebutkan bahwa pasokan medis tersebut merupakan milik Saha Medical Equipment Company, anak perusahaan dari organisasi mereka. Sebagian dari kargo kapal tersebut berisi bahan baku yang diperlukan untuk memproduksi perlengkapan medis sekali pakai bagi pasien cuci darah.
"Setiap gangguan dalam pasokan barang-barang kritis ini dapat secara langsung mengancam kesehatan dan nyawa pasien yang membutuhkan layanan dialisis," tegas pihak Bulan Sabit Merah dalam peringatannya, seperti dikutip presstv.ir, Jumat, 24 April 2026.
Pihak Bulan Sabit Merah menambahkan bahwa tindakan Amerika Serikat yang menciptakan ancaman dan intimidasi serta membahayakan nyawa kru sipil telah bertentangan dengan prinsip dasar hukum humaniter internasional. Hal ini mencakup prinsip pembedaan dan kehati-hatian dalam operasi militer.
Mereka juga menilai tindakan tersebut melanggar kewajiban internasional terkait pemeliharaan perdamaian dan dapat dikategorikan sebagai penggunaan kekuatan ilegal berdasarkan Resolusi Majelis Umum PBB 3314 Tahun 1974.
Balasan Iran
Menanggapi insiden tersebut, militer Iran mengklaim langsung membalas dengan menyerang beberapa kapal militer Amerika Serikat di kawasan itu menggunakan pesawat tanpa awak (drone).
Teheran mengatakan bahwa angkatan bersenjata Republik Islam sebenarnya siap menghadapi pasukan agresor AS secara tegas, namun keberadaan keluarga pelaut di atas kapal kargo yang ditargetkan tersebut mencegah tindakan balasan langsung demi memprioritaskan keselamatan warga sipil.
Pihak militer menambahkan bahwa segera setelah keselamatan keluarga dan kru terjamin, angkatan bersenjata Iran akan mengambil tindakan yang diperlukan terhadap apa yang mereka sebut sebagai tentara teroris Amerika Serikat.
Pihak militer menambahkan bahwa segera setelah keselamatan keluarga dan kru terjamin, angkatan bersenjata Iran akan mengambil tindakan yang diperlukan terhadap apa yang mereka sebut sebagai tentara teroris Amerika Serikat.
Sementara itu, pada hari Rabu, Angkatan Laut Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) menyatakan telah mencegat dan memindahkan sebuah kapal yang terkait dengan Israel serta satu kapal lainnya ke perairan teritorial Iran karena dituduh melakukan pelanggaran di Selat Hormuz. (Kelvin Yurcel)
Baca juga: Penyitaan Kapal Touska Picu Ketegangan Baru AS dan Iran
Baca juga: Penyitaan Kapal Touska Picu Ketegangan Baru AS dan Iran
Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow akun Google News Metrotvnews.com