Petugas menuntun calon haji kloter 1 Embarkasi Lombok menaiki anak tangga di Bandara Internasional Zainuddin Abdul Madjid (Bizam) Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB) untuk diberangkatkan menuju Tanah Suci, Arab Saudi, Rabu (22/4/2026). ANTARA/HO-Band
Sakit Strok, Satu Calon Haji Kloter 2 NTB Batal ke Tanah Suci
Lukman Diah Sari • 23 April 2026 08:50
Mataram: Seorang calon haji kloter 2 dari Kabupaten Lombok Tengah, Embarkasi Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB), batal diberangkatkan ke Tanah Suci lantaran strok, sehingga direkomendasikan tidak layak terbang. Kepala Bidang Bina dan Pengendalian Haji Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) NTB Laman mengatakan satu calon haji yang batal berangkat ini sudah dirujuk untuk dirawat di RSUD NTB.
"Yang bersangkutan dirujuk ke rumah sakit sebelum masuk asrama haji," ujarnya di Asrama Haji NTB di Mataram, Kamis, 23 April 2026, melansir Antara.
"Karena kita sudah siapkan pengganti dari kloter 7 juga dari Kabupaten Lombok Tengah atas nama Masrin Gafar," ungkap dia.
Dia mengatakan dari 393 calon haji kloter 2, terdapat 86 orang kategori lansia dengan rata-rata usia di atas 65 tahun. Sementara kategori non-lansia berjumlah 307 orang.
"Untuk kloter 2 jemaah tertua itu atas nama Tekad Kejat berusia 87 tahun asal Semoyang, dan termuda Muhammad Zaki Abidin dengan usia 20 tahun asal Dusun Selebung Rembige," ujar dia.

Calon haji kloter pertama asal NTB saat tiba di Bandara Internasional Lombok di Lombok Tengah, Rabu, 22 April 2026. ANTARA/Akhyar Rosidi.
Berdasarkan jadwal, jemaah calon haji kloter 2 diterbangkan melalui Bandara Lombok menuju Tanah Suci, Arab Saudi, pukul 07.35 Wita, setelah seluruh dokumen dinyatakan lengkap. Dia memastikan jemaah calon haji kloter dua siap diberangkatkan.
Sementara untuk jemaah calon haji kloter 1 yang berasal dari Kabupaten Lombok Timur, dilaporkan sudah tiba di Madinah, Arab Saudi, setelah diberangkatkan pada Selasa, 21 April 2026, pukul 02.00 Wita. Total jamaah calon haji Embarkasi Lombok, NTB pada penyelenggaraan haji tahun ini 5.798 orang, ditambah petugas yang menyertai 80 orang yang terbagi dalam 15 kloter.