Ilustrasi angin kencang. (Medcom.id)
Penguatan Monsun Australia Penyebab Angin Kencang di NTB
Silvana Febiari • 23 July 2026 21:02
Mataram: Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebut penguatan Monsun Australia menjadi penyebab angin kencang melanda wilayah Nusa Tenggara Barat (NTB). Kecepatan angin tercatat mencapai 20 knot atau sekitar 37 kilometer per jam.
"Dari pengamatan kami di Bandara Lombok tercatat kecepatan angin maksimum hingga 20 knot," kata Ketua Kelompok Kerja Observasi, Data, dan Informasi Stasiun Meteorologi Zainuddin Abdul Madjid (ZAM) Ari Wibianto, dilansir dari Antara, Kamis, 23 Juli 2026.
Monsun Australia yang menguat membawa masa udara kering dan mempengaruhi cuaca di Indonesia, termasuk NTB. Keberadaan pusat tekanan tinggi di Benua Australia turut mempengaruhi peningkatan kecepatan angin sekaligus memicu gelombang tinggi di Samudra Hindia.
Ia memperkirakan kondisi angin kencang masih berpotensi terjadi hingga tiga hari ke depan. "Angin kencang wajar terjadi ketika di musim kemarau, karena di bulan Juli hingga Agustus dari data yang kami catat memang menunjukkan adanya peningkatan kecepatan angin di wilayah NTB," ucap Ari.

Ilustrasi angin kencang. (Pexels)
BMKG mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap dampak angin kencang, seperti potensi pohon tumbang dan gangguan aktivitas di luar ruangan.
Warga pesisir, nelayan, dan pengguna transportasi laut di NTB diminta meningkatkan kewaspadaan. Hal ini menyusul potensi gelombang tinggi di sejumlah perairan sekitar wilayah tersebut.