Wakil Kepala BGN Sony Sanjaya saat memberikan arahan kepada petugas SPPG di Lampung. Foto: ANTARA/HO-BGN.
BGN Tegaskan Kelompok 3B Jadi Sasaran Utama MBG
Fachri Audhia Hafiez • 15 February 2026 18:28
Jakarta: Badan Gizi Nasional (BGN) menginstruksikan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) untuk memprioritaskan kelompok ibu hamil, ibu menyusui, dan balita (3B) dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Penegasan ini dikeluarkan guna meluruskan pemahaman di lapangan, di mana sejumlah mitra SPPG kedapatan langsung menyasar sekolah saat dapur baru mulai beroperasi, padahal kelompok rentan harus menjadi sasaran utama.
"Harus saya tekankan di sini karena ada perbedaan pemahaman. Pada saat SPPG baru dibangun, bahkan ada mitra yang aktif langsung membuat kerja sama dengan sekolah. Seharusnya, ketika dapur baru dibangun oleh mitra, yang pertama dicari adalah kelompok rentan ini (balita, ibu hamil, dan ibu menyusui). Ini yang diutamakan," ujar Wakil Kepala BGN Sony Sonjaya dalam keterangan resmi di Jakarta, dilansir Antara, Minggu, 15 Februari 2026.
Baca Juga :
Wajah Bersih Masjid Jakarta Sambut Ramadan
Sony menjelaskan bahwa program di Indonesia memiliki keunggulan dibandingkan 77 negara lain yang hanya menjalankan school meal atau makan gratis di sekolah. Indonesia menjadi pionir dengan menghadirkan inovasi "School Meal Plus", yakni mengantarkan makanan bergizi langsung ke rumah kelompok 3B melalui bantuan kader posyandu demi mengawal 1.000 hari pertama kehidupan.
"Indonesia bukan sekadar school meal, tetapi school meal plus karena memikirkan yang 3B," kata Sony.
.jpg)
Ilustrasi MBG. Foto: Dok. Antara.
Sony menilai program MBG bukan sekadar pemberian makanan, melainkan investasi jangka panjang menuju Indonesia Emas 2045. Hal ini tercermin dari mulai berubahnya pola pikir masyarakat, di mana anak-anak dari Aceh hingga Papua kini mulai memahami pentingnya unsur lengkap dalam makanan, yakni karbohidrat, protein, serat, dan vitamin.
"Pola pikir masyarakat Indonesia berubah, yang tadinya tidak memperhatikan apa saja unsurnya, sekarang anak-anak sudah mulai melihat, dari Aceh sampai Papua, dari desa sampai metropolitan, bahwa makan itu isinya empat unsur: karbohidrat, protein, serat, dan vitamin," ucap Sony.