Rumah di Bantul Rusak Akibat Ledakan Petasan, 2 Orang Terluka Parah

Teras rumah warga di Bantul rusak akibat petasan. Dokumentasi/Polres Bantul

Rumah di Bantul Rusak Akibat Ledakan Petasan, 2 Orang Terluka Parah

Ahmad Mustaqim • 22 February 2026 15:58

Bantul: Sebuah rumah warga di Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) mengalami kerusakan akibat ledakan petasan yang sedang diracik di bagian teras. Dua pemuda yang membuat petasan mengalami luka-luka dan dilarikan ke rumah sakit.

Kepala Seksi Humas Polres Bantul, Iptu Rita Hidayanto mengatakan peristiwa itu terjadi di Dusun Ngunan-unan, Desa Srigading, Kecamatan Sanden, Sabtu (21/2/2026) sekitar pukul 05.00 WIB . Dua orang yang membuat petasan yakni FZA, 19, dan AAN, 18.

"Pembuatan mercon dilakukan di rumah AAN. FZA datang membawa bubuk mesiu atau mercon seberat empat ons dan plastik warna transparan," kata Rita pada Minggu, 22 Februari 2026.

AAN sedang berkumpul bersama empat rekannya di rumahnya. FZA kemudian datang dan mengajak mereka membuat petasan. Namun hanya AAN yang bersedia membantu FZA meracik mercon.

Keduanya kemudian membuat petasan di teras rumah sebelah selatan yang berdekatan dengan kursi. Empat orang saksi lainnya duduk di kursi di sebelah timur AAN dan FZA.
 


Saat itu, saksi melihat kedua korban membuat mercon dengan cara memasukkan bubuk mercon ke dalam plastik, diisi dengan batu kecil atau kerikil, kemudian diikat dengan plester bening. Satu mercon yang telah selesai diletakkan di dekat kedua korban.

"Saksi melihat kedua korban telah selesai membuat sebuah mercon dan sedang membuat mercon yang kedua. Saat mercon kedua belum sempat ditali, terdengar bunyi ledakan yang keras hingga menyebabkan atap plafon, kaca jendela, serta lantai tempat ledakan menjadi retak," kata dia.

Ledakan tersebut menyebabkan kedua pembuat petasan terluka. Keduanya kemudian dibawa ke rumah sakit terdekat untuk penanganan medis.


Ilustrasi Medcom.id

"Kemudian saksi melihat kedua korban sudah dalam keadaan terluka di beberapa bagian tubuhnya hingga mengeluarkan banyak darah. Oleh saksi, kedua korban dibawa ke RSUD Saras Adyatma dengan menggunakan sepeda motor," ujarnya.

Pantauan di lokasi kejadian menunjukkan teras rumah bergaya limasan di Ngunan-unan mengalami kerusakan cukup parah. Plafon ambrol, kaca rumah pecah, dan genting bergeser . Bekas terbakar berwarna abu-abu tampak pada salah satu keramik teras, dan ceceran darah masih banyak terdapat di lantai.

Garis polisi masih terpasang di teras rumah tersebut hingga Minggu, 22 Februari 2026. Suasana di sekitar rumah juga tampak lengang. "Garis polisi memang dipasang sampai penyelidikan dari polisi dirasa sudah cukup," kata Rita.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Whisnu M)