Ilustrasi grafik intensitas gempa bumi. (Anadolu Agency)
Pascagempa M 7,7 NTT, BMKG Kerahkan Tim Survei Makroseismik
Lukman Diah Sari • 18 August 2026 11:38
Jakarta: Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengerahkan tim gabungan untuk melakukan survei makroseismik, pengujian karakteristik respons tanah, serta verifikasi dampak tsunami pascagempa bumi bermagnitudo (M) 7,7 Pulau Flores, Nusa di Tenggara Timur (NTT). Pengujian karakteristik tanah dilakukan melalui pengukuran mikrotremor dan Multichannel Analysis of Surface Waves (MASW) pada wilayah-wilayah terdampak.
"Tim dari pusat dan UPT BMKG itu melakukan survei gempa bumi merusak, meliputi survei makroseismik, pengukuran mikrotremor dan MASW, untuk mengetahui karakteristik serta respons tanah terhadap guncangan, monitoring gempa susulan, dan verifikasi dampak tsunami di lapangan," kata Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Wijayanto, melansir Antara, Selasa, 18 Agustus 2026.
Survei teknis ini memprioritaskan kawasan dengan tingkat kerusakan sedang hingga berat di Kabupaten Manggarai Barat, Manggarai, Manggarai Timur, hingga Sikka, untuk kemudian dibandingkan dengan area yang relatif tidak terdampak.

Bangunan kafe di Palu, Sulawesi Selatan, rusak akibat gempa. (MI/M Taufan SP Bustan)
Selain kajian geologi, BMKG mencatat sampai dengan Senin, 17 Agutsus 2026, pukul 11.00 WIB telah terjadi 1.624 gempa susulan pascagempa utama. Sebanyak 23 kejadian gempa bermagnitudo di atas 5,0 dan 59 kejadian dirasakan oleh warga.
Wijayanto berharap publik khususnya warga di Flores dan sekitarnya bersikap tenang, hindari bangunan yang retak, dan selalu mengakses pembaruan informasi kebencanaan melalui kanal komunikasi resmi BMKG sebagai basis kesiapsiagaan.